Entah kenapa akhir2 ini saya jadi keranjingan dengan hotel. Lebih
tepatnya berburu promo hotel. Selain untuk eksplore tempat, juga untuk memenuhi
kebutuhan rekreasi keluarga utamanya anak2. Budget banget tentunya. Harga yang
hampir tak masuk akal selalu menjadi acuan saya. Via online tentunya. Buanyak
aplikasi android yang bisa memenuhi kebutuhan aneh saya tersebut. Salah satunya
adalah pegipegi. Nanti saya bahas secara mendalam. Dan hotel pertama yang
menjadi korban saya adalah AMANDA HILLS yang terletak di bandungan semarang.
WAW... So Interesting... WAW... So Amazing... WAW... So WONDERFUL... Wahyu Adi Wibowo's Blog
Saturday, August 18, 2018
Tuesday, July 3, 2018
Mari Mulai Berpetualang di Celebes - central of sulawesi
Ini adalah salah satu hal yang
paling dan selalu teringat di benak saya. Ceritanya Panjang, dan akan saya
cicil sedikit demi sedikit. Jadi ceritanya belum lama saya menyelami profesi
sebagai seorang pengukur alias surveyor, saya langsung dihadapkan pada medan
yang cukup mencengangkan. Setelah sebelumnya bergelut dengan pengukuran tingkat
rendah di BPN. Bahkan (kata bapak mertua saya yang sudah berprofesi sebagai
surveyor selama 30 tahun) ini adalah medan terberat dan terekstrim. Seheboh apa
sih? Atau saya lebay? Ikuti saja cerita berseri saya. Jujur saya sendiri
bingung mau mulai dari mana.
Sebuah mega proyek bernama
BENDUNGAN SURUMANA mengantarkan saya ke daerah ini. Sulawesi tengah, Donggala,
Watatu, Ongulara. Saya melakukan pengerjaan LARAP di bantaran sungai SURUMANA
yang sedianya akan dibendung. Bendungan akan dibangun di desa Ongulara. Proyek
presiden Jokowi ini bukan main main. Salah satu sungai besar di kabupaten
Donggala akan dibendung. Bukan hanya bendung, namun bendungan. Bendungan pasti
akan membuat air sungai menggenang, dan area genangan itu yang akan saya
tentukan seberapa besar luasnya dan punya siapa saja. Kemudian didata untuk
diberikan ganti rugi baik dari segi bidang luas tanah, bangunan yang ada di
atasnya, maupun pepohonan yang tumbuh disana. Seberapa banyak atau luas sih?
Yah, lebih dari 20 km sepanjang bantaran sungai Surumana dari rencana bangunan
bendungan naik ke hulu. Dan dampak dari genangan ini ternyata bukan hanya satu
sungai saja melainkan 3 (tiga) sungai.
Singkat cerita, tanpa persiapan
matang. Nego harga, deal, berangkat. Saya tidak memperkirakan bagaimana suasana
di lapangan. Yang penting berangkat. Toh leader kami tidak memberi wanti-wanti
untuk persiapan lebih menghadapi pekerjaan di lapangan nanti. Dan, kami satu
tim pun kaget termasuk saya setelah sampai lokasi. Jauh super parah dari apa
yang saya bayangkan sebelumya. Daerah yang terisolasi, jauh dari peradaban, dan
banyak budaya yang berbeda dari umumnya. Untuk itu saya mencoba untuk membahas
dari beberapa sisi dan beberapa sudut sebagai bahan nostalgia saya nanti
setidaknya. Atau malah semoga akan menjadi khasanah wawasan kita semua. Semoga
berguna ya..
Regards
waw
Labels:
even,
fenomena,
Hangout,
HOBBIES,
Indonesia,
Journeys,
Kebudayaan,
melancong,
Ongulara,
Pengukuran,
Sulawesi,
Tips Trik,
Travel
Location:
Ongulara, South Banawa, Donggala Regency, Central Sulawesi, Indonesia
Monday, July 2, 2018
Bertahan Hidup Di Dunia Pengukuran
Hidup itu memang berat kawan. Tidak
bisa diprediksi, tidak bisa disiasati dan tidak bisa dimanipulasi. Sedangkan,
hidup akan selalu tetap berjalan tanpa adanya tombol pause. Sebagai manusia
biasa, kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Itu saja. Berusaha memprediksi
kemungkinan di depan, berusaha mensiasati keadaan saat ini dan yang akan dating,
dan berusaha memanipulasi demi kenyamanan. Tapi ingat, hanya sebatas berusaha
dan tidak boleh “terlalu” berharap akan hasilnya. Berserah dan berdoa kepada
sang maha semua adalah sandaran terakhir kita. Apasih ini kok intronya
ke-bijak-bijak-an begini? Yup, sejatinya saya akan sedikit bercerita tentang
bagaimana saya menata hidup saat pindah dari perantauan ke kampung halaman.
Jujur, semua usaha diatas sudah
sebenar-benarnya saya lakukan. Dan seharusnya, setelah balik dari perantauan,
kita tinggal menikmati hasil jerih payah. Dalam arti kata lain, kita tidak
perlu berperih-perih lagi untuk mencapai kemapanan. Tapi nasib memang berkata
lain, saya memang diharuskan untuk kembali menjadi pasukan “wani perih” untuk
mendapatkan kemapanan.
Rencana kepindahan ini memang
sudah dibuat sejak lama. Dan memang terlaksana. Alhamdulillah. Namun kembali
lagi bahwa tidak semua akan berjalan sesuai keinginan kita. Bahkan yang terjadi
adalah yang terbaik untuk kita. Itu kata yang maha kuasa. Rencana kepindahan
istri dari kedinasan di Lampung ke kedinasan di Semarang relative mulus tanpa
ada hambatan berarti. Namun kepindahan “kedinasan” saya lah yang belum mendapat
jalan yang lurus. Sebenarnya saya sudah mendapat jalan yang mulus itu saat
jalan kepindahan kedinasan istri belum mulus. Yup, saya sebelum nya telah
sukses pindah kedinasan namun istri belum. Akhirnya dengan pertimbangan anak2
juga, saya yang mengalah untuk menunggu kepindahan kedinasan istri selesai. Dan
saat kepindahan kedinasan istri selesai, kesempatan kepindahan kedinasan saya
belum dating lagi. (fyi : kedinasan istri negeri, kedinasan saya : swasta)
Akhirnya saya pun legowo untuk
pindah tanpa adanya pegangan. Yup, saya lepas pekerjaan saat pindah dari
Lampung ke Semarang. Dan resikonya saya harus mulai dari awal lagi (meski sudah
punya pengalaman). Fyi, sejak dahulu, saya selalu saja tidak hoki jika mencari
pekerjaan di tanah kampung halaman. Dan itu sebuah kutukan sepertinya. Buktinya,
diLampung tanpa menunggu lama saya sudah mendapat pekerjaan yang cukup untuk
dijadikan pegangan. Kutukan yang saya takutkan itu pun muncul kembali. Setidaknya
2 bulan saya tidak mendapat pegangan kembali, hingga seorang teman kantor lama
(makasih om endra) menawari saya pekerjaan yang cukup menantang. Menjadi sales.
Langsung sikaat. Tapi menjadi
sales tidak mudah kawan. Entah skil saya yang nol atau situasi yang tidak
mendukung. Sungguh berat sekali menjadi sales. Bahkan saya tidak kuat hingga 1
tahun pun. Dan, pegangan itu pun lepas kembali. Ya, kembali ke hukum atau rumus
yang saya utarakan didepan. Hanya bisa ngelus dada dan berujar “mohon bersabar,
ini ujian”.
Lepas dari itu, saya kembali
bingung, gundah, galau, pokoknya nano nano lah. apalagi kutukan itu kembali
terngiang di kepala. Hingga akhirnya racun yang dulu sempat menjangkiti saya
kambuh lagi. Menjadi seorang wirausaha. Tapi apa? Kata para motivator sih apa
aja. Tapi karena saya orangnya pemikir, bahkan langkah pertama pun belum terjadi.
Butuh waktu beberapa bulan hingga
akhirnya saya menetapkan satu pilihan. Konsultansi pengukuran.
Sumpah, saya adalah lulusan dari
jurusan Fisika dan bukan Geodesi. Tapi, ini lah jalan ilahi. Semua berawal dari
mengisi waktu luang dengan membantu prohek bapak mertua. Yup, bapak mertua
sudah menjalani dunia pengukuran sejak berpuluh-puluh tahun silam. Untuk menambah
wawasan, pengalaman, dan belum adanya kerjaan ikutlah saya “sedikit” terlibat
ke babarapa proyek pengukuran. Saya sama sekali tidak punya niat untuk terjun
ke bidang ini sebelumnya. Namun setelah masuk dan sedikit demi sedikit tenggelam,
akhirnya berbelok lah arah fikiran saya. Hasil lumayan, penuh tantangan, dan
tidak adanya ikatan. Itu system kerja yang sangat didambakan.
Dari proyek kecil-kecilan di BPN
yang hanya mengukur bidang tanah dengan menggunakan meteran, hingga proyek yang
cukup menegangkan larap bendungan di pulau seberang yang sudah berpegang pada
alat ukur TS (Total Station) yang kekinian. Autocad? Ya saya juga belajar program
itu. Dan semua itu saya pelajari otodidak alias mandiri. Lalu bapak mertua
saya? Untuk masalah alat dan program yang kekinian seperti itu sudah tidak tahu
dan tidak mau lagi berpusing ria. Sudah tua katanya.
Namun utnuk konsep pengukuran, saya
akui beliau ini tiada duanya. Hanya kerana konsep-konsep nya lah saya mau dan
bisa belajar tentang pengukuran. Yup, saya belajar Total Station sendiri hanya
berbekal konsep pengukuran dari beliau, sama halnya saat saya belajar Autocad
pun. Benar-benar tanpa mentor yang ahli di bidangnya. Makanya, saya masih berfikir
keahlian saya di bidang ini masih sangat lah cetek. Ingin sekali rasanya
belajar langsung dari yang master di biadang tersebut (Total station dan
Autocad). Namun nyatanya tidak mudah mendapatkan hal itu. Harus berkorban waktu
dan biaya yang banyak. Jika ada yang dekat dan sudi berbagi ilmu dengan newbi
ini, alangkah bahagianya hati awak.
Bidang ini saya rasa prospeknya
cukup baik. Dan saya akan mencoba mendalaminya lagi dan lagi. Semoga ini memang
jalan terbaik yang disediakn untuk saya dari sang maha pencipta. Semoga bermanfaat.
Regards,
waw
Tuesday, June 5, 2018
Raja Kuring Tempat Hangout asyik di Bandar Lampung
Nah, ini nih salah satu tempat ningki dengan bolo-bolo yang asyik di kota tapis. letaknya yang tidak dekat dengan poros kota membuatnya kurang hits dibanding yang lain. namun jangan under estimate dulu, ini tempat sebenarnya asyik banget buat hangout dengan bolo-bolo atau sama anggota keluarga. bukan hanya tempatnya, menu nya pun asyik untuk ditongkrongi.
meski dari jalan tempat ini lebih seperti "rumah makan keluarga", namun saat masuk kedalamnya anda baru tahu kalau rumah makan ini bisa segalanya. makananannya bermacam macam, tempatnya pun serba bisa. mau outdoor? asik. mau indoor? nyaman asli. tempatnya luas sekali. outdor nya bermacam2 tipe tempat. ada yg syahdu dan ada yang asyik. indoor nya juga tak kalah beragam. ada yang nyaman dan ada yang classy.
Makanan disini pun beragam. dari makanan rumah makan biasa, hingga sushi. nah justru yang cukup terkenal di sini adalah sushi nya. maaf saya car2 gak ketemu foto sushi nya. sushi disini itu sederhana namun mengena. dan yang pasti halal lagi baik. ada beberapa paket sushi yang ditawarkan. mau kecil, sedang atau jumbo. maksutnya buat dimakan berapa orang anda tinggal pilih paketnya. mudah, murah dan gak perlu susah.
satu lagi menu yang asyik dipesan untuk family gathering atau pun friendship gathering adalah entah apa namanya ini makanan. shabu-shabu bukan sih? ya pokoknya itu lah. makanan yang disajikan bersama kompor dan panci dengan kaldu di dalamnya. kita tinggal masukin ubo rampe nya ke dalam panci, rebus sebentar dan makaaan. selain memang rasanya enak, ini membuat suasana menjadi lebi seru ketimbang hanya menyantap makanan diatas piringnya sendiri-sendiri. ini jenis makanan yang semakin menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Bukan hanya itu saja sodara sodara. disini juga ada ruang khusus yang bisa digunakan untuk acara2 tertentu misal meeting, kumpul keluarga, hingga pernikahan pun ada. ruangnya cukup lebar. cukup lah untuk menampung puluhan hingga ratusan orang. seperti yang telah saya bilang sebelumnya. tempat ini sanagtlah komplit. tentu, kalau anda membawa balita tidak perlu khawatir karena ada play ground di sini.
Chocotiers Caffee kekinian nan eksotik di Bandar Lampung
Akhir akhir ini memang selalu bermunculan caffee caffee yang kekinian. bentuk unik, yang dijajakan pun tak kalah unik. mereka punya konsep sendiri-sendiri untuk menarik para pelanggannya. saya termasuk salah satu ikan yang terpancing ke salah satu caffee di bilangan pahoman Bandar Lampung. yah, meskipun hanya sekedar mencoba namun setidaknya tidak sedikit calon pelanggan yang seperti saya. awalnya mencoba, akhirnya jatuh cinta. mari kita telusuri bersama disetiap sudutnya.
Satu kata yang ada di benak saya saat masuk ke dalamnya. "eksotik". yup, memang interior caffee ini amatlah menawan. classy layaknya caffee2 mahal. dan memang price list di daftar menu caffee ini kurang bersahabat dengan kantong saya. namun, jarang2 nongkrong di tempat seperti ini sah-sah saja kan. namun jika anda suka akan suasana ngopi yang privat, syahdu, bersama pasangan, ya di sini tempatmya. anda akan sangat khusyuk sekali ngopi atau bahkan makan di sini.
saking amaze nya, saya menyempatkan diri untuk muter2 sekedar melihat keunikan di setiap sudut caffee ini. sampai-sampai saya lupa dengan kopi yang saya pesan. caffee ini ada 2 lantai. setiap sudut dan bagian nya ditata dan didekor sedemikian rupa sehingga akan membuat semua orang terkesima. jujur, saya sampai mengesampingkan bagaimana penyajian kopi, bagaimana rasa kopi, dan atau seperti apa impresi saat makan disana. semua tertutup dengan keeksotikan caffee ini.
mungkin saya ndeso ya, namun baru kali ini saya merasakan impresi ruangan melebihi impresi kopi dan makanan. mungkin lain kali kalau sempet akan saya usahakan bikin impresi kopi dan makanannya. saat saya berkunjung ke sana, memang banyak sekali bangku yang kosong. itu adalah saat siang hari. mungkin akan beda cerita jika saya datang pada saat petang hari.
buanyak sekali yang dijual disini. mau kopi, teh, susu, beer, camilan apapun ada. yup menu2 ala resto gitu deh. kalian mau nyoba ngopi di caffee yang eksotis? mau berduaan denga pasangan dan mencari suasana syahdu? yaelah, jangan mikir, sudah saya rekomendasikan deh, di sini tempatnya.
Regards,
waw
Subscribe to:
Posts (Atom)












































