visit on my page

Showing posts with label mi4c. Show all posts
Showing posts with label mi4c. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

IEM JBL C100SI By Harman Kardon - Kupas tuntas dan Simple Impression


Earphone tersebut di atas adalah pintu gerbang saya masuk dunia audio. Sebelumnya hanya menikmati music dengan earphone bawaaan atau speaker aktif Simbadda, atau tape deck jadul. Earphone “beneran“ yang pertamaq saya beli ini berjenis iem (In Ear Monitor). Jawane ya earphone yang masyuk dalam ke telinga sehingga suara tidak tercecer ke luar dan noise dari luar tidak mudah masuk ke dalam telinga. Sebelum barang datang saya explore tentang audio. Dan tersasar lah saya di suatu grup audio kere hore. Ternyata earphone paling mahal yang pernah saya beli hanya sebutir pasir di tengah lautan.


Saya tertarik saat Lazada melakukan sale earphone tersebut. Masih di bawah 100k mendapat earphone dengan merek yang mantab (saat itu hanya JBL merek terkenal yang saya tahu). 75 ribu COD gratis ongkir. Uang segitu memang cukup besar untuk pemula penikmat audio. Saya kira itu udah paling mahal. Entah kesambet setan mana saya akhirnya checkout itu barang. Soalnya saya pernah beli earphone hingga 3 kali dan tidak pernah merasa enjoy menikmati music. Biarlah sekali ini mahal sekalian asal bisa menikmati music seenjoy enjoynya.


Barang datang dan tak sabar untuk amboksing.  Sret sret (suara amboksing). Langsung tancep di mi4c saya, colok di telinga dan play music. Glerrrr hampir pingsan saya dibuatnya. Belum pernah saya dengar music seenak ini sebelumnya. Pertama yang saya notice Bass nya nonjok abis. Dan itu yang selama ini saya cari. Pokoknya bassnya besar, bulat, menghentak, dan nonjok. Langsung jingkrak-jingkrak saya mendengar bass senampol itu. Bodo amat masalah vocal maupun treble. Setelah menikmati bass nya yang menawan, saya mulai sedikit kritis untuk menilai sector lain.

Earphone ini jernih. Kemana-mana saya bawa itu earphone. Saat bengong, pasti earphone ini nancap di telinga saya. Oiya sector lain ya? Semua sector sangat superior dibanding earphone2 saya sebelumnya. Tapi setelah sekian lama memakai, saya coba sedikit uraikan. Over all ini type nya V shape alias berbentuk hurup V kalo di ekualizer. Bass nampol, vocal agak mundur, high nya cukup menonjol. Kurang lebih itu yang saya rasakan. Bass, jelas nampol seperti yang sudah saya utarakan. Vocal kerasa masih di belakang instrument lain tapi masih kerasa cukup tebal. Treble kerasa tinggi suara cess nya pun mantab tapi detail suara di frekuensi tinggi seperti microdetail kurang keluar memurut saya.

Soundstage nya cukup lah, tidak terlalu sempit. Seperti denger di studio gitu lah. separasi antar instrument masih baik meski jika banyak instrument dimainkan akan sedikit bingung memilah nya. Tapi untuk instrument dasar sih masih sangat baik separasinya. Overall ini sangat rekomended mengingat harganya masih dibawah 100k. anda yang belum pernah mencicipi earphone “beneran” pasti kaget dibuatnya. 


Masuk ke build quality. Kabel dengan Panjang 1,2 m tidak terlalu tebal tapi karet jacket nya khas kabel mahal. Tulisan branding nangkring di berbagai sisi. Housing (rumah driver) disablon JBL warna putih mengkilap, jack tercetak JBL yang cukup manis, splitter sekaligus tombol dan mic juga tercetak branding JBL. Jadi anda pasti akan semakin terlihat gaya dengan tulisan JBL dimana mana. Jack nya sendiri model lurus dan gold plated alias berlapis warna emas. Splitter nya berbahan plastic namun kokoh dengan terintegrasi  bersama tombol clicky dan mic yang oke punya. Housingnya mungil dengan driver 9mm berbentuk membulat. Eartip alias karet telinga nya cukup kenyal dan nyaman masuk ke telinga. Ukuran M sudah terpasang dan ada cadangan dengan ukuran S dan L. Saya sendiri nyaman dengan eartip paling kecil. Fittingnya cukup oke alias nancap nya di kuping cukup nyaman. Isolasi suara dari luar pun baik, suara music yang dilantunkan speaker nya juga tidak bakal terdengar oleh orang didekat anda. 

Apalagi ya? Pokoknya ini cukup rekomended lah untuk earphone iem di harga under 100k. suara yang mumpuni disandingkan dengan merek sekelas JBL pasti akan membuat anda makin keren saat dibawa nongkrong. Kalau mau beli silahkan tapi cek isi dompet dulu ya, jangan mudah keracunan. Ada baiknya coba-coba dulu earphone punya teman, bandingkan lalu putuskan mau beli yang mana. Semoga berguna yaa...

Disclaimer : impresi diatas bersifat subjektif. Semua berdasar pada kuping, otak, dan hati saya. Lubang kuping tiap orang berbeda, isi otak orang berbeda, dan hati nurani setriap orang berbeda. Saya bilang bagus belum tentu baik pula bagi anda. Intinya percaya sama kuping, otak, dan hati nurani anda sendiri. Impresi ini hanya bisa menjadi sedikit referensi anda sebelum membeli. 

Regards,

waw





Thursday, December 27, 2018

Ulasan review xiaomi mi4c indonesia



Ini adalah smartphone android ke dua saya. Dan sudah 2 tahun sejak saya membelinya. Tapi karena ketlingsut (tidak sempat terfikir) maka baru keluar artikel tentangnya. Jelas sudah tidak aktual, namun setidaknya sebagai arsip bagi saya karena sudah pernah menemani saya dalam kurun waktu lama. Tidak banyak yang saya sampaikan nanti, melainkan hanya yang saya ingat2 saja. Oke mari kita mulai saja.


Ini adalah smartphone favorit saya. Saya pertama kepincut dengan mi4c karena spesifikasi yang masuk kategori flagship namun bisa ditebus dengan harga rakyat jelata. Saya membelinya online di elevenia saat itu. Dengan harga 1,5 juta persis saya mendapatkan smartphone dengan spek juara. Sebut saja snapdragon seri 8 yang masuk di jajaran SOC flagship. Meskipun barang distri, maksutnya bukan garansi resmi karena tidak dijual secara resmi di Indonesia melainkan dari distributor abrakadabra. Saya mendapat mi4c dari garansi THE ONE. Garansi yang tidak saya anggap garansi karena pasti proses klaimnya juga abrakadabra. Dan, ini adalah kali pertama saya membeli barang dari garansi abrakadabra. Beruntung barang tidak cacat dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan saya mendapat produk yang tinggal pakai. Dalam arti ROM yang terinstal bukan abal2 melainkan ROM CUSTOM, sudah Unlock Bootloader, dan sudah terpasang TWRP disana. Jadi, saya tidak perlu ribet dengan ROM abal2 yang biasa orang2 dapat dari pembelian smartphone distribusi abrakadabra.


Kita beralih ke impresi. Dari build quality dan desain. I really love mi4c’s design. Compact, slim, and simple. Tidak neko-neko, identitas xiaomi nya sangat kental, ringan, nyaman digenggam, pokoknya ajib lah. meski frame dan backdoor terbuat dari bahan plastik, tapi tidak ada kesan murahan sama sekali. Maklum pula saat itu masih jarang smartphone berbahan metal. Bentuknya yang “ngotak” dengan rounded di tiap sudutnya membuat saya semakin cinta saja. Build quality terasa kuat dan kokoh tanpa adanya kriuk2 saat diremas. Layarnya entah pakai perlindungan apa juga tidak ada deskripsi yang jelas. Pastinya saya langsung pasang tempered glass untuk keamanan. Backdoor juga bisa diganti2 dan cara bukanya juga tidak susah2 amat. Bahkan saya punya 2 backdoor cadangan yang original dengan warna berbeda. 


Sekarang ke user experience. Overall kemampuan mi4c sudah bisa memuaskan saya sebagai pemakainya. Saya hanya sering main sosmed, jarang game, cukup sering music, dan pastinya camera user. Pertama yang saya notice adalah panas. Saya sebelumnya adalah user asus zenfone 4 merasa gerah dengan procie nya yang mudah demam, berharap setelah hijrah ke xiaomi akan lebih baik. Namun ternyata sama saja. Xiaomi mi4c mudah sekali panas, bahkan hanya untuk medsos saja. Untuk menanggulanginya anda bisa pakai case untuk meredam panas smartphone. Selain itu semua saya anggap baik. Layarnya sedap dipandang mata. MIUI nya juga sangat nyaman dipakai. Untuk game potensinya cukup baik, namun saya tidak terlalu explore lebih jauh kerena hape ini mudah panas. Untuk dengar music sangat bagus, jelas lebih bagus dibanding asus zenfone 4 saya sebelumnya. Detailnya oke, semua frekuensi terasa, dan sangat menggelegar. Nah, untuk camera saya cukup impress dibuatnya. Sensor sony yang tertanam di dalamnya memang bukan main main. Akurasinya mantab, berning dan jarang noice, outdoor nya gonjreng. Meski resolusi 13MP namun hasilnya melebihi espektasi saya. Camera depan yang hanya 5MP juga bisa diandalkan meski tidak ada flash di depan. Batre cukup baik. Dengan kapasitas 3000 mah saya bisa menggunakan hape ini setengah hari jika cukup sering buka notifikasi. Kalau jarang buka saya bisa charge kembali mi4c saya di sore hari jika pagi hari batrenya penuh. SOT bervariasi antara 2 hingga 4 jam tergantung kondisi. Overall mantab, hanya minusnya mudah panas.


Smartphone ini mungkin sudah jarang kita temui di toko2. Namun begitu eksistensinya patut untuk saya apresiasi. Berkat mi4c saya akhirnya lebih memilih produk Xiaomi dibanding yang lain. Price to performance yang paling oke adalah alasannya. 

Hingga suatu saat setelah saya flash ulang mi4c, beberapa hari kemudian tiba2 mati dan tidak bisa dinyalakan lagi. Karena saya bukan opreker, saya anggap mi4c saya mati tital dan tidak bisa diperbaiki. Karena sudah hampir 2 tahun pula umur mi4c, saya pun memutuskan untuk beli hape baru. Dan Redmi Note 5 (Whyred) menjadi pilihan saya. Hingga beberapa waktu, saya kembali penasaran dengan mi4c saya. Mumpung ada waktu, saya mencoba untuk oprek. Dan test point langsung saya lakukan setelah ganti batre tidak juga membuat mi4c hidup lagi. Testpoint, flash melalui miflash mode fastboot, dan taraaaa proses flash berhasil. Akhirnya mi4c saya hidup lagi. Mungkin mi4c saya mati sebelumnya karena tidak cocok dengan ROM yang saya pasangkan.


Setelah saya pegang Whyred pun, kecintaan saya akan mi4c tidaklah pudar. Buktinya saya menjadikannya sebagai secondary smartphone saya dan selalu saya bawa bersama Whyred. Saya sering menggunakanya untuk denger music dan back up foto2 saat whyred kehabisan batre. Dan did you khow, menurut saya buat denger music, mi4c lebih fun dibanding whyred lho.

Lalu, apakah masih worth untuk dibeli? Desain yang cantik menurut saya masih bisa disejajarkan dengan hape lain yang belum lama launching. Performa nya yang powerful juga masih bisa bersaing. Smartphone flagship memang lebih everlasting ketimbang produk lowend. Untuktahun ini 2018 menjelang 2019 sepertinya sudah sangat jarang yang menjual mi4c baru. Mungkin barang 2nd masih ada yang menawarkan. Harga 2nd saat ini dengan kondisi normal jaya sudah di harga under 1 juta. Untuk harga segitu dengan produk seperti ini menurut saya masih bisa dipertimbangkan namun ingat, jangan sampai dapat barang cacat. Namun jika anda merasa tidak yakin, bisa meminang produk lain tapi jangan harap performannya akan lebih baik.

Yang baca artikel ini melalui mi4c ayo ngobrol di kolom komentar...

Regards,

waw


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?