visit on my page

Showing posts with label promo. Show all posts
Showing posts with label promo. Show all posts

Monday, February 11, 2019

Edifier H185, Earbud Terfavorit Saya


Awalnya sih agak gak percaya sama earbud ini. Melirik untuk beli pun tidak. Namun entah kenapa earbud ini sering sekali berseliweran di audio kere hore. Harga nya yang di atas 100k membuat saya untuk memblacklist earbud ini. Bentuk nya yang antimainstream juga membuat saya takut untuk meminangnya. Hingga akhirnya racun flashsale itu nongol lagi. Kali ini di dibanderol 59k. masih cukup terjangkau oleh kantong saya. Namun saya harus menebus harga 68k karena ditambah ongkir. Belum rela juga sih sebenarnya. Tapi semua akan rela pada akhirnya. Potongan 20k dengan pembayaran gopay sakses membuat saya untuk mengeksekusinya. Yes, 48k dapat edifier h185.


Packing nya bagus memang setara dengan earphone diatas 100k. mirip sekali dengan packing JBL c100si atau sennheiser mx400ii. Perpaduan kertas karton dengan mika yang cantik membungkus earphone yang ada di dalam. Kita mulai ke kualitas kabel. Kabelnya tidak tebal cenderung tipis namun kualitas jacket nya bagus dan lentur. Jack berbentuk L dengan gold plated. Splitter yang xoxo tapi ada splitter tambahan yang bisa digeser atas bawah menyesuaikan panjang kabel yang dipasang ke telinga. Ini bagus dan sangat berguna ternyata. Housingnya sangat unik dan nyentrik. Tidak ada yang menyerupainya. Tulang housing yang menceng kanan kiri namun simetris, warna yang mencolok, disempurnakan dengan branding edifier, kelihatan unik dan syantik. Fitting di telinga nyaman karena ukurannya yang sedikit lebih kecil dibanding housing earbud sejuta umat. Overall mantab surantab lah.



Earbud ini sekarang menjadi daily driver saya setelah kanibalan Kube. Earbud ini sekarang menjadi salah satu earbud ter favorit saya. Sound signature yang mantab membuat saya berfikir kenapa saya tidak beli ini dari dulu saja. Semua sektor lovely banget di telinga saya. Bass nya yang tidak berlebih namun sangat bulat, mid nya yang terasa sedikit maju di depan terdengar sangat sweet, trebel nya yang extend dan sangat bening namun tidak pedes, adalah perpaduan yang nyaris sempurna. Detail nya sakses membuat saya senyum2 sendiri. Bassnya tidak punchy namun tight, tidak besar namun teksturnya bagus, mudah diajak di speet tinggi seperti metal double pedal. Bahkan saya yang dulunya tidak bisa menikmati music metal, dengan edifier h185 ini saya jadi keranjingan metalan. Soundstage pun terasa luas, separasi antar instrumen baik, dan kadang bisa muncul suara2 ghaib yang tidak bisa dimunculkan di earphone saya sebelum2 nya. Earbud ini cocok sekali untuk akustik, vocal, metal rock. Untuk EDM dan dangdut koplo masih bisa di nikmati meski bass nya tidak terlalu jedag jedug. Dengan memodifikasi earfoam kita bisa mendapat impresi yang berbeda beda dan cukup terasa langsung di telinga. Dengan earfoam bawaan karakter seperti diatas langsung bisa kita nikmati. Mau tambah cring lagi? Ganti earfoam dengan earfoam aftermarket berbentuk donat. Mau high nya lebih teredam, ganti dengan earfoam aftermarket biasa. Saya lebih suka earfoam donat karena high nya sangat memanjakan kuping saya.


Seperti yang saya bilang, kenapa saya tidak membeli ini sejak dulu. Mengartikan bahwa earbud ini memang sangat berkualitas. Harga 100k pun masih cukup worth untuk dibeli. Karakter suaranya yang yess banget, desainnya yang unik, adalah keunggulan earbud ini. Apalagi dengan harga dibawah itu, jangan pikir panjang untuk meminang. Untuk anda basshead dan tidak suka karakter suara bright sepertinya kurang sedikit cocok meski bass yang dipresentasikan cukup bulat. Bagi anda penyuka vocal, trebel, dan detail, ini edifier h185 adalah yang anda cari. Coba saja kalau gak percaya. Semoga berguna..

Disclaimer : impresi diatas bersifat subjektif. Semua berdasar pada kuping, otak, dan hati saya. Lubang kuping tiap orang berbeda, isi otak orang berbeda, dan hati nurani setriap orang berbeda. Saya bilang bagus belum tentu baik pula bagi anda. Intinya percaya sama kuping, otak, dan hati nurani anda sendiri. Impresi ini hanya bisa menjadi sedikit referensi anda sebelum membeli.

Regards,

waw

















Thursday, December 20, 2018

Lebaran di Kota Palu - sequel of Ongulara


Karena proyek pekerjaan yang sedang saya kerjakan di desa Ongulara hampir mendekati puasa, maka pekerjaan pun berlanjut hingga puasa dan lebaran. Bahkan kami tidak bisa merayakan lebaran di kampung kelahiran. Tak apalah, ambil pengalaman dan hikmahnya. Akhirnya kami pun memutuskan untuk lebaran di Kota Palu. Meskipun saya harus turun gunung keluar hutan 4 jam perjalanan jalan kaki dengan medan naudzubilah, dan nanti bakalan kembali lagi. Kalau bukan karena lebaran, sumpah ogah banget. Bahkan satu rekan saya pun memutuskan lebaran di hutan karena tidak sanggup jalan kaki bolak balik 2x4 jam perjalanan perbukitan.

Lebaran hanya di hutan berteman nyamuk dan warga lokal sungguh bukan dambaan saya. Mending turun gunung dengan apa saja yang bisa di nikmati. Sore malam takbiran saya baru sampai di rumah pak kepala dusun ongulara sekaligus sebagai basecame kami. Sungguh gak ada aroma lebaran apalagi takbiran. Kayak hari biasa aja gitu. Air sungai surumana mendukung saya untuk merayakan lebaran di kota. cuaca cerah dan air sungai sangat bersahabat, jadi bisa naik rakit perjalanan dari hutan ke ongulara. Praktis tidak bisa berangkat ke kota malam takbiran, karena hari sudah petang. Sumpah tidak ada suara takbiran di Ongulara karena memang mayoritas beragama Kristen.

Keesokan harinya, berusaha pagi sekali kami berangkat ke palu untuk merayakan lebaran. Namun begitu, kami ketinggalan sholat eid, dan hanya bisa mengikuti khutbah di masjid besar Tanampulu. Selesai eid, kami lanjutkan perjalanan. Kami harus singgah di watatu untuk mencari sewaan motor karena motor kami yang kami bawa dari Ongulara tidak layak jalan ke kota Palu. Perjalanan akhirnya berlanjut ke kota Palu hingga siang tiba disana. Berbekal rekomendasi hotel dari pak pendeta Ongulara, kami pun mencarinya. Setelah ditemukan, hotel jauh tidak sesuai dengan yang kami inginkan.

Saya pun improvisasi untuk buka app pemesanan hotel. Dan, lucky us, di pegipegi ada diskon lebaran sebesar 50%. Cus langsung reservasi hotel JAZ di Jl Zebra palu. Hanya dengan 137 ribu kami bisa nginep di hotel yang cukup ternama di Palu.


Hotel ini cukup bagus. Bukan termasuk hotel budget saya kira. Karena sepertinya bangunannya cukup klasik memberi kesan hotel ini sudah cukup lama beroperasi dan menjadi pilihan banyak pengunjung. Terbukti, pengunjung banyak berdatangan dengan mengendarai roda 4 malah. Kamar yang kami dapat standar memang. 2 bed dipan kayu, AC, wastafel, shower, dan TV tabung. Sudah lebih dari cukup mengingat harga yang kami bayarkan. Tidak ada yang spektakuler, semua serba standar. Yang paling mantab adalah, terdapat fasilitas pool yang cukup nyaman di sana. sarapan pun kami dapat seadanya karena mungkin telat masuk café nya. Over all dengan harga yang kami bayar, ini sudah sangat oke sekali.









Rugi rasanya jauh jauh sampai Palu tapi tidak plesiran, apalagi saat itu adalah libur hari raya. Explore perkotaan sudah cukup bagi kami. Sudah sangat membantu membuang penat yang kami bawa dari hutan. Selain itu, explore kota juga akan menjadi pengalaman baru bagi kami, karena baru kali tersebut kita memijakkan kaki di ibu kota propinsi sulawesi tengah.








Ya, memang hanya itu perayaan lebaran kami. stay di hotel, muter-muter kota Palu, dan kemudian pulang. Namun itu cukup melegakan dibanding harus berlebaran di hutan. Terimakasih telah membaca…

Regards

waw




Tuesday, December 18, 2018

Terbang bersama AIR BUS A320 Batik Air


Perjalanan dinas ke luar kota adalah salah satu nikmat yang tak terdustakan di dunia kerja. Sedikit “menghindar” dari rutinitas kerja yang mambosankan, pergi ke tampat baru yang lebih mengasyikkan, biaya “jalan-jalan” yang di tanggung perusahaan, dan seabreg hal menguntungkan lainnya pasti kita dapatkan. Kali ini perkenankan saya sedikit berbagai pengalaman saat saya menjajal salah satu armada yang cukup mengagumkan. Ya, dulu waktu saya masih kerja dengan setiaap pagi dan sore harus tempel jempol ke papan absen. 

Terkesan ndeso memang. Terkesan baru pertama kali naik pesawat terbang ya? Memang saya jarang sekali naik pesawat terbang. Paling kalau gak perjalanan mudik ya perjalanan dinas saya terbang. Namun mungkin dalam waktu dekat, naik pesawat terbang akan jadi cara berlibur kami sekeluarga. Cari tiket promo, jalan2 di bandara, dan naik pesawat pulang pergi, itu sudah cukup berkesan bagi kami. Baik, kali ini saya akan sedikit cuap-cuap tentang Batik.

Yup, Batik merupakan sisi premium dari maskapai terbesar di Indonesia. Lion air memang sudah hampir menguasai jalur udara di Indonesia. Lihat saja terminal di Soekarno Hatta yang sudah hampir mereka kudeta. Hampir di setiap jalur penerbangan mereka available. Dan Batik, adalah premiumnya. Lion dari dulu hingga sekarang memang terkenal dengan delay nya. Meski mereka sudah mengklaim bahwa mereka adalah maskapai paling on time (di majalah on kabin nya), namun kesan itu terang saja susah sekali untuk pudar. Tapi sepertinya tidak untuk Batik. Karena memang tercipta sebagai kelas non budget, maka Lion disini lebih serius menggarap nya. Terutama pada jadwal penerbangan. Jarang saya temukan berita delay dari penerbangan Batik, begitupun saat saya waktu itu. Ya, disini batik punya kesan dan nilai yang baik.

Jika dibanding armada Lion, tentu arbada batik lebih bagus. Kebanyakan dan hampir semua armada penerbangan Batik menggunakan jenis pesawat Air Bus A 320 yang lebih besar dan luas dibanding Boeing. Pesawat jenis ini juga sering digunakan untuk jalur non domestic karena memang daya jelajahnya yang lama. 



Batik pun sangat memegang teguh identitasnya. Semua armada nya punya cri khas yang unik diantara yang lain. Kelir batik di setiap ujung sayap nya menjadi pembeda dari armada maskapai lain. Kesan kalem nan classy cukup terasa dari tampilan luarnya. Lalu, mari kita lihat dalam kabinnya. Meskipun seat nya 3-3, dan kesan sumpek masih cukup terpancar, namun saat kita sudah duduk kesan itu serasa sirna. Tempat duduk lebih proper menopang bokong, jarak kaki ke jok depan juga manusiawi, dan bagasi juga lebih lebar dan luas dibanding pesawat yang biasa saya tumpangi (baca Lion). Ya iya lah. Dan yang paling ketara kalau ini pesawat premium adalah adanya layar monitor di setiap tempat duduk. Kita bisa nonton film, dengar lagu, dan lain-lain dari perangkat multimedia tersebut.

Untuk anda2 yang suka lihat pemandangan indah di dalam pesawat (bukan pemandangan di luar jendela), maka anda tidak akan kecewa. Pramugari disini seragamnya lebih premium juga. Wajah? Masak sih ada pramugari jelek. Dan bagusnya lagi, meski sudah ada monitor yang menampilkan pemeragaan safety di dalam pesawat, para bidadari awak pesawat itu pun masih memperagakan secara manual di depan mata anda. Itu pasti adegan yang tak terlewatkan bagi anda bukan? Hehe



Setiap penumpang dibekali bingkisan saat didalam perjalanan. Ya memang ala kadarnya sih. Hanya air putih dan satu bungkus roti yang dikemas di dalam kardus. Mirip sama maskapai sebelah yang cukup doyan delay juga (baca Sr*wijaya). Namun, jika perjalanan yang anda tempuh adalah lebih dari 1 jam, maka makan besar akan ditawarkan kepada anda. Ada 3 pilihan biasanya. Mie goreng, sate, dan nasi goreng kalu gak salah (cmiiw). Kita disuruh pilih salah satu dari menu yang tersedia tersebut. Jangan khawatir, ini memang fasilitas yang semua penumpang dapat alias tidak ada biaya tambahan untuk makanan tersebut.

Well, maskapai ini cukup memuaskan selama saya memakainya. Setidaknya 2 kali (pulang pergi) saya menggunakan jasa maskapai Batik. Dan semuanya memuaskan dan berkesan. Memang rate harga tiket lebih tinggi dibanding Lion. Tapi apa yang kita dapat memang sesuai dengan apa yang kita bayarkan. Etapi tenang, tak jarang maskapai ini memberikan promo dengan harga tiket tak jauh beda dengan Lion. Dan jelas, dengan harga promo anda akan sangat beruntung bisa naik di atas kabin Batik. 

Dengan semakin awamnya pesawat terbang, membuat semua orang bahkan bisa terbang. Namun akan lebih bijak jika kita bisa memilih maskapai mana yang enak untuk dinaiki. Dan gak perlu diragukan lagi, Batik adalah salah satu pertimbangan anda untuk terbang Bersama. Semoga berguna…

Regards,

waw

























Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?