visit on my page

Showing posts with label kz. Show all posts
Showing posts with label kz. Show all posts

Monday, May 6, 2019

KZ ZSN PRO VS TAKSTAR HI1200 - in ear monitor battle


Saya sedang memegang 2 iem yang sangat direkomendasikan oleh pecinta audio portable. KZ ZSN PRO yang sedang akan hype dan Takstar Hi1200 yang sudah melegenda sejak dahulu kala. Saya akan coba komparasikan kedua nya dari berbagai sisi dan sudut pandang. Karena menurut saya dari sisi harga keduanya di kelas yang sama yakni 200 ribuan (untuk non garansi). Impresi perbandingan ini adalah sangat tergantung pada preferensi telinga saya. Karena struktur telinga setiap orang berbeda, maka bisa jadi akan berbedea pula hasilnya untuk telinga anda. Namun begitu setidaknya ini akan menjadi gambaran bagi anda yang akan meminang diantara keduanya.

Dari segi desain dan build quality. Untuk desain jilas ini sangat relatif ya. KZ ZSN PRO dengan model over ear dan Hi1200 model  biasa. Ada kelebihan dan kekurangan diantara keduanya. ZSN PRO lebih kekinian dan kabel bisa diginta-ganti, sedang Takstar Hi1200 lebih terasa clasic namun kabel tidak detachable. Saya sendiri lebih suka desain Hi1200 samun begitu lebih suka build quality ZSN PRO. Kabel Hi1200 jelas menjadi nilai merah bagi iem besutan takstar ini. Namun untuk selain kabel saya suka denga takstar Hi 1200. Sedang untuk ZSN PRO saya suak semua build quality kecuali pada housingnya yang terdapat lem sedikit bleber dan faceplate yang sedikit belang. Selebihnya terserah anda, mau kekinian atau yang clasic.


Kita menuju ke menu utama yakni suara. Tentu kita beli iem uutamanya ntuk membeli suara bukan? Karakter kedua iem ini tentu nya cukup banyak perbedaan. Mari kita ulas secara lebih rinci.

LOW. Untuk bass meskipun keduanya terkenal iem untuk para basshead, namun kuantitas bass KZ ZSN PRO lebih banyak dibanding Takstar Hi1200. Iem baru dari KZ ini terasa lebih boomy. Presentasinya cukup menggelegar dari midbass hingga sub bass nya. Sedang bass di takstar Hi1200 sendiri yang menurut saya sedikit kebesaran, kuantitasnya masih di bawah KZ ZSN PRO. Bass hi1200 meski kalah kuantitas tapi untuk deep nya masih bisa menyaingi. Kesan boomy tidak terlalu berasa di hi1200. Kesannya lebih terkontrol dibanding ZSN PRO. Untuk basshead akut silahkan memilih KZ ZSN PRO. Untuk yang suka bass yang besar namun terkontrol silahkan ambil Takstar Hi1200.
MID. Selain bass, Vocal ZSN PRO pun lebih present dibanding takstar Hi1200. Lebih maju dan berbody. Jelas ini karena kuantitas bass yang lebih besar membuat body vocal ZSN PRO lebih terasa. Namun begitu lagi-lagi takstar hi1200 lebih menang di kontrol nya. Jika di ZSN PRO masih terindikasi sibilance, maka di takstar hi1200 tidak. Artikulasi vocal keduanya sama baiknya. 
HIGH. Sekali lagi di sektor frekuensi tinggi ZSN PRO lebih open dan extend dibanding Takstar Hi1200. Bahkan ZSN PRO lebih terasa nusuk dan pearsing. Trebel di Takstar hi1200 lebih terasa lembut namun masih terasa sangat crispy. Dan tentunya takstar hi1200 menang kontrol. Driver balance armature membuat treble KZ ZSN PRO lebih open dibanding lawan.
TEKNIKALITAS. Soundstage di kuping saya leih baik takstar hi1200. Demikian pula separasi, clarity dan detail suara. Secara teknikalitas takstar hi1200 lebih baik dibanding ZSN PRO. Hanya satu yang membuat ZSN PRO yakni power nya. Dengan volume yang sama, potensi ZSN PRO lebih keluar dibanding takstar hi1200. ZSN PRO pun suaranya lebih open di semua sektor. Microdetail akan lebih terasa di iem besutan takstar dengan housing kayu itu. 


CONCLUSION. Soundsig dari ZSN PRO menurut saya lebih balance sedang takstar hi1200 terasa lebih warm/dark. Lalu keduaya lebih cocok untuk siapa? Jika anda adalah basshead sedjati, maka jangan ragu untuk memilih ZSN PRO. Untuk anda vocal lover silahkan membeli ZSN PRO jika tidak ada masalah dengan sibilance, namun silahkan ambil takstar hi1200 jika ingin vocal yang clear meski tidak terlalu maju. Bagi anda pecinta trebel boleh meminang ZSN PRO jika masih suka yang pedes-pedes, namun silahkan memboyong takstar hi1200 jika suka trebel yang lembut tapi detail. Jika anda suka iem dengan desain kekinian, over ear, mudah didrive dan suaranya open maka KZ ZSN PRO adalah pilihan tepat bagi anda. Tapi bagi anda yang mengidamkan desain iem yang clasic dengan teknikalitas suara yang mumpuni maka takstar hi1200 wajib menjadi wishlist anda.

Salam audio lover.. semoga berguna...

Regards

waw


Monday, April 15, 2019

KZ ZSN PRO - Really The PRO Version


Belum reda hype dari KZ ZSN, Knowledge Zenith melahirkan kembali produk baru sebagai suksesor nya. Dengan embel2 PRO produk tersebut dinamakan. KZ ZSN PRO nama lengkapnya. Apa sih bedanya dari kakaknya? Kenapa KZ perlu sekali untuk memproduksinya? Saya sendiri memang orang yang mudah sekali kemakan hype. Waktu hype KZ ZSN, terhitung sudah 2 kali saya meminangnya. Cuan tentunya menjadi alasan saya. Dan memang cukup menjajikan ternyata. Hehe. Keduanya sudah sukses terjual tanpa butuh efford berlebih. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu suka sound signature dari KZ ZSN, makanya saya lebih memilih untuk melego nya. Btw saya sudah kasih review tentang KZ ZSN lho. Kali ini saya pun ikut PO (pre order) saat sang adik leunching. Menariknya, KZ justru membanderol nya dengan harga yang hampr sama dengan pendahulu. Singkat kata, sekitar 2 minggu barang tersebut sampai di yangan saya. Tak perlu menunggu lama mari kita buka bungkusnya.



Bungkus alias box nya 99% sama dengan kakaknya. Hanya gambar dan tulisan pada box yang sedikit beda. Tentunya karena desainnya yang tidak sama dan namanya sekarang sudah ada PRO nya makanya tampilannya sedikit beda. Apa yang kita dapat pun sama persis seperti KZ ZSN. Iem, 4 pasang eartips yang persis sama, kabel yang sama pula, surat2 penting yang tidak ada bedanya. Perbedaan nya hanya pasa garis desandari sang kakak dan adik. Tidak perlu saya jabarkan panjang lebar, impresi unboxing KZ ZSN PRO sama persis dengan KZ ZSN.


KZ ZSN sangat sukses sekali di pasar. Hype nya sangat terasa. Hampir semua penggila audio portable memilikinya. Selain harganya sangat terjangkau, kelebihannya tidak bisa dipungkiri. Desain cantik, build quality dan material yang baik, ditambah hybrid driver yang tertanam didalamnya pasti membuat siapa saja tertarik untuk memilikinya. Lalu sebenarnya pertanyaan yang pasti ditanyakan semua orang. Apa tujuan KZ memproduksi KZ ZSN PRO, sedang KZ ZSN saja sudah suksek dan memuaskan kebanyakan orang? Apa KZ tidak takut akan mengganggu eksistensi KZ ZSN sendiri yang sudah sukses? Apa KZ tidak memikirkan perasaan orang yang sudah membeli KZ ZSN? Pertanyaan itu nanti akan terjawab setelah anda mambaca artikel saya ini dengan tuntas.


Tentu kita mulai dari build quality ya. Overall secara garis desain ZSN vs PRO adalah serupa. Dari kabel, eartips hingga housing  nya sama persis baik dari bantuk dan material bahan. Hanya satu yang membedakan yakni faceplate nya. Kalau ZSN guratan nya kedalam dan tegas sedang ZSN PRO guratannya timbul dan lebih terkesan luwes dengan aksen lancip. Di ZSN terdapat 3 sekrup sedang ZSN PRO hanya 1 sekrup saja. Saya sendiri lebih suka garis desain ZSN PRO. Oiya, faceplate untuk ZSN terasa lebih ‘metal’ dibanding ZSN PRO yang kayak bukan metal materialnya padahal metal. Padahal secara bobot, seingat saya ZSN PRO lebih berat dibandding ZSN biasa. Build Quality hampir sama juga antara keduanya. Terasa solid dan durable. Namun saya merasa build quality SZN PRO lebih inferior dibanding kakaknya. Lem nya terlihat acak-acakan dan bleber kemana-mana. Entah saya mendapat produk yang QC nya jelek atau bagaimana. Ada lem yang bleber ke luar housing dan faceplate di satu sisi seperti tidak penuh cat nya atau mungkin mengelupas. Selain itu ada isyu bahwa nozzle KZ ZSN mudah terlepas, semoga di ZSN PRO sudah dipernaiki kualitasnya. Namun demikian untuk desain saya suka ZSN PRO tapi untuk build Quality saya condong ke ZSN biasa. Oiya KS ZSN yang saya punya adalah warna Gray. Imho sih kayaknya lebih cantik warna purple yang dulu pernah saya miliki untuk SZN.


Lalu menginjak ke impresi suara. Sekali lagi saya sampaikan jangan terlalu percaya dengan kuping saya. Lubang kuping orang beda beda. Jadikan ini hanya sebagai referensi ringan saja. Dalam impresi ini saya memakai DAP Zishan Z3 dengan OPAMP OP27 tertancap didalamnya.

Saat saya tancapkan KZ ZSN PRO ke telingan saya, saya merasakan semprotan yang luar biasa. Suaranya baik dari frekuensi bawah hingga atas terlalu nyemprot ke telinga saya. Sangat tidak terkontrol. Lalu saya putuskan untuk mengganti eartips dengan Spinfit CP100 dan surprisingly suaranya refine di semua sektor. Memang dari awal saya tidak cocok dengan eartips bawaan KZ series. Impresi di bawah ini pun saya memakai Spinfit CP100.
LOW. Bass masuk ke kategori besar dengan buntut yang cukup panjang. Namun jika dibanding ZSN biasa yang ini lebih terasa deep dan rapih. Klaim dari KZ memang versi PRO ini adalah penyempurnaan di dynamic driver yaitu yang mendrive bass. Dengan dual magnetic alias menggunakan 2 koil, bass nya terasa berbobot hingga sub bassnya namun tidak bleber. Namun begitu bagi sayayang mantan basshead, bass nya masih kebesaran dan boomy.
MID. Vocalnya terasa maju dan present banget. Bahkan saya merasa masih sedikit nyerang meski sudah memakai spinfit CP100. But imho masih bisa dinikmati kok. Artikulasi sudah pasti sangat jelas. Letaknya menurut saya sedikit didepan bass nya. Vocal lover pasti akan suka. Meski begitu sibilance masih kerap dijumpai walau tidak se-rentan ZSN biasa.
HIGH. Nah disini saya rasa high nya ZSN PRO lebih extend dibanding ZSN biasa. Cukup kerasa sekali hingga terindikasi pearcing. Bahkan saya yang penikmat trebel saja tidak kuat lama-lama jika menggunakan eartips bawaan. Dengan spinfit CP100 trebel sedikit jinak namun menurut saya masih terlalu present. Disini lah peran aktif balance armature yang mempresentasikan frekuensi atas. Trebel lover sepertinya akan suka.

TENIKALITAS. Overall suaranya bagus dikelasnya. Secara keseluruhan saya lebih suka sound signature dari ZSN PRO dibanding ZSN biasa. Untuk teknikalitasnya, iem ini jelas sangat worth di kelasnya. Sondstage nya cukup baik meski tidak terlalu megah. Tapi jika dibanding ZSN biasa terdapat improve yang cukup banyak. Separasi nya pun bagus. Sangat mudah mendeteksi setiap instrumen di iem ini. Dibanding ZSN biasa jelas kerasa lebih baik separasinya. Detail suara untuk memainkan musik tempo selow hingga menengah terasa bagus, namun kalau untuk memainkan musik cepat dan rancak maka performanya akan terasa menurun. Bukan berarti jelek lho ya. Yang saya suka dari ZSN PRO adalah powernya. Dengan volume relatif rendah iem ini sudah bisa unjuk gigi. Semua sektor dari bawah, tengah hingga atas terasa open dan tidak terasa mendem sama sekali. Oiya, FYI ZSN versi PRO ini sudah dilengkapi dengan crossover ya. Jika dibanding pendahulunya yang jelas terasa adalah lebih koheren, setiap frekuensi terasa lebih fine gab nya. Ini yang menjadikan teknikalitas ZSN PRO lebih baik dibanding ZSN BIASA.



CONCLUSION. Ini iem yang menarik adalah desain dan material nya. Sudah saya jelaskan di artikel KZ ZSN bahwa dengan harga paling mahal 200k (non garansi) mendapat desain iem dengan build quality dan material yang mantab pasti tidak ada tandingannya. Disamping itu suara yang open dengan power yang mantab dan mudah didrive menjadi nilai lebih dari iem ini. Lalu apa kelebihan atau keunikan dibanding KZ ZSN biasa? Banyak, dari desain tektur dan garis faceplate nya beda. Karakter suara yang lebih refine menurut saya dari versi sebelumnya. Bass lebih deep, vocl lebih present dan trebel lebihn extend. Basslover akan lebih suka KZ ZSN biasa sedang KZ ZSN PRO akan lebih cocok untuk vocal lover dan pecinta trebel. KZ mengeluarkan KZ ZSN PRO ini memang untuk mereka yang belum terpuaskan dengan adanya KZ ZSN. Yang mau lebih deep bass nya, lebih present mid dan high nya. Bagi anda yang sudah punya KZ ZSN biasa apa ZSN PRO ini worth to buy? Jika anda punya budget tak terbatas, maka jawabannya adalah iya. Namun jika budget anda cukup terbatas maka cek dulu, apakah di ZSN biasa anda banyak kurangnya? Jika iya, anda kudu mencoba versi PRO nya. Benar2 refine di segala sektor. Lebih tepatnya lepeh KZ ZSN nya, lalu boyong ZSN PRO nya. Namun jika sudah cukup nyaman dengan KZ ZSN biasa, saya sarankan tabung uang nya untuk ugrade yang lebih tinggi lagi. Nah, kalau anda belum punya keduanya, kalau dari saya jelas ambil versi pro ketimbang yang biasa. Namun satu catatan, bagi trible hater jauhi iem ini.

Salam audio lover. Semoga berguna...

Regards,

waw








Thursday, March 28, 2019

Review KZ ZSN, Earphone Paling Hype Saat Ini


Ternyata saya juga manusia yang bisa termakan hype. Belum lama ini hingga saat ini sedang hype sebuah iem. Di halaman audio kere hore setiap menit pasti muncul muka nya. Semua earphone akan selalu dibandingkan dengannya. Tak ada salahnya kalau saya pinang dengan bismillah. Barang hype biasanya udah dijual kembali nantinya. Ini adalah earphone termahal yang pernah saya beli. Setelah pemakaian selama 1 bulan saya pun melepas nya dengan sedikit cuan. Btw, banyak reviewer2 ternama membahas earphone ini. Ya, sebuah iem (in ear monitor) lagi-lagi buah karya Knowledge Zenith, namanya KZ ZSN. Pernah dengar kan? Kalau belum pernah, mari kita bahas bersama.


KZ ZSN ini adalah produk baru dari Knowledge Zenith. Sebuah merek yang menjadi pujaan audio kere hore. Spek selangit dengan banderol sempit. Kalau boleh analogi, KZ (Knoeledge Zenith) ini adalah Redmi nya dunia smartphone. Biasanya setiap KZ mengeluarkan produk baru memang selalu menjadi rebutan para penikmat audio kere hore. Tak terkecuali dengan KZ ZSN ini. Setelah launching tak seberapa lama langsung hype dan banyak yang membelinya. Bukan tanpa alasan memang. Price to performance yang sangat baik membuatnya menjadi semakin termasyur.


Saya membeli dari seller luar negeri via online shop orange (baca Shopee). 180 ribu terpaksa saya keluarkan dari dompet saat barang saya terima. Antusiasme buyer memang selalu membara saat akan amboksing. Begitu pula saya kala itu. Impresi saat membuka box nya pun cukup menggembirakan, maklum belum pernah beli earphone around 200k. box nya berbentuk kotak berwarna putih dengan gambar proto iem di bagian depan. Sisi atas bawah kosong, sisi kanan kiri untuk type dan logo KZ, dan sisi belakang tertuang spesifikasinya. Membuka isi box dengan sliding. Setelah isi box muncrat keluar, mata ini langsung orgasme. Anjir, keren sekali. Housing iem yang sangat elegan ditempatkan di dalam dan disekat oleh mika bening. Yang saya dapat sepertinya batch 2, penempatan housing nya sangat cakep namun susah untuk dikeluarkan. Setelah diangkat, di dalamnya lagi ada kabel yang tebungkus plastik dan 3 pasang eartips di dalam plastik yang lain. Dan tentunya dilengkapi dengan beberapa lembar kertas yang tak mungkin akan dibaca.



Lanjut ke bagian desain dan build quality. Kita mulai dari kabelnya. Saya langsung sadar akan kekinclongannya. Karena warna yang saya beli adalah purple maka saya mendapatkan kabel yang cukup sparkling dengan aksen gold. Sumpah gonjreng sekali. Braided 4 sudah sangat cakep sekali dilihatnya. Pajang sekitar 1.2 meter. Kualitasnya kuat dan tidak mudah kusut. Jack nya berbentuk L shape dan berlapis warna emas, beraksen bening jadi kita bisa melihat solderan didalamnya, dan dilengkapi dengan branding logo KZ di sisi atasnya. Splitternya pun senada dan sama cakepnya dengan jack. Mic nya cukup beda karena berwarna putih susu serta dilengkapi tombol multifungsi yang cukup clicky. Menjelang ujung, terdapat memory wyre yang menambah kenyamanan saat dipakai karena iem ini dipakai dengan cara over ear alias kabelnya melintas diatas telinga. Oiya, iem ini modelnya detachable yakni kabel nya bisa dipasang dan dicopot sesuka hati. Jika kabel rusak maka tinggal beli kabel pengganti dan tidak perlu risau merepairnya. Pin detachable kabelnya juga cantik beraksen bening dengan bagian dalamnya terlihat dari luar. Pin nya bertype C jadi jenis pin baru yang lebih aman karena pinnya terlindungi dan tidak mudah tertekuk dan patah. Namun begitu, pin jenis ini tidak bisa dipakai di iem lain dari KZ sekalipun. 


Ertips yang didapat ada 4 pasang. 1 pasang sudah menancap di nozzle dan 3 pasang lain terbungkus rapi di plastik. Setelah saya coba dan saya bandingkan dengan eartips bawaan ATH CLR100, saya pun memutuskan utuk mengandangkan semua eartips bawaan KZ ZSN dan memakai eartips bawaan ATH saja. Tentu disini beda kuping akan beda experience. Bahkan type eartips sangat berpengaruh terhadap fitting dan suara yang ditangkap gendang telinga. Oiya, eartips yang terpasang sejak awal berukuran medium dan berwarna hitam polos. Sedangkan eartips bawaan yang lain berukuran S,M, dan L dengan perbedaan pada tekstur yang ada semacam gerigi nya di ujung. 


Menuju bagian utama yakni housing dan driver. Yang paling istimewa dari iem ini menurut saya adalah housingnya. Berbahan dasar plastik transparan berwarna purple terlihat sangat cantik. Driver dynamic dan balance armature didalamnya terlihat dengan jelas dan futuristik.  Tidak hanya disitu saja kecantikannya. Faceplate berdesain robotik dan berbahan dasar metal menjadi nilai penting tak terbantahkan. Housing transparan dipadu faceplate metal adalah keindahan kuadrat. Masih ada satu lagi penyempurna, nozzle nya pun berbahan metal. Wow, iem under 200k bisa seperti ini. Ini sudah sempurna menurut saya.


Kita menuju ke urusan suara. Sebelumnya semua impresi yang saya tulis adalah menurut kuping saya ya. Jangan dibantah, kuping saya ya saya sendiri yang rasa. KZ ZSN mempunyai 2 driver (speaker) dim setiap housingnya. 1 buah dynamic driver dan 1 buah balance armeture. Makanya iem model seperti ini biasa disebut hybrid karena mempunyai lebih dari 1 driver. Btw pada hybrid earphone dynamic driver adalah speaker kecil yang ada di dalam earphone lebih berfungsi untuk frekwensi bawah hingga tengah (boleh dikatakan midbass lah). Sedang balance armature bisa anda bilang sebagai treble nya earphone, dia mengcover frekwensi atas. Dengan lebih dari 1 speaker apakah suara nya akan super? Over all suaranya enak. Cukup balance namun masih terasa vshape.

Dari frekuensi bawah. Bassnya gede, punch, dan rumble nya pun dapat namun  tidak bleber kemana-mana. Diajak ngebut untuk musik cepat bassnya kurang superior namun masih cukupan. Bentuknya pun sudah bulat namun masih ada sedikiiit frekuensi atas yang suka masuk ke sini (di beberapa lagu terutama genre metal).

Bagian mid atau vocalnya cukup tebal. Sedikit mundur tapi tidak terlalu ke belakang karena karakter iem ini cukup balance. Suara vocal yang dilantunkan cukup lantang, tidak menyerang dan masih terasa manis. Namun begitu, iem ini cukup rawan sekali dengan sibilance. Suara sss divocal terutama penyanyi wanita kerap kali terdengar dan kadang terlalu over. Memang sibilance meskipun sedikit perlu ada, namun imho di KZ ZSN porsinya sudah lebih dari cukup.

Bagian high nya cess sekali namun tidak terlalu menusuk telinga. Detailnya cukup sedang-sedang saja. Namun frekuensi atas kadang masih suka melipir ke frekuensi tengah, maka sibilance kerap terdengar apalagi pada female singer. Tapi trebelnya termasuk enak didengar. 

Stagingnya saya bilang cukup saja. Tidak terlalu luas namun juga tidak sempit. Masih cukup lah buat kuping saya. Separasi nya cukup oke. Namun hanya di lagu-lagu dengan tempo slow ke arah menengah. Namun saat disuruh berdendang lagu cepet nan rancak separasinya jadi agak kacau. Meski begitu masih bisa lah memilah antara vocal dengan instrumen. Btw secara keseluruhan suara dari iem ini enak dan ciamik. Oiya, btw saya colok KZ ZSN ini ke DAP Zishan z3 ya.


Untuk pemula yang ingin mesuk ke dunia audio lebih dalam KZ ZSN bisa menjadi masterpiece mereka. Untuk mereka yang suka mejeng dengan earphone keren nangkring di telinga, KZ ZSN juga sangat saya rekomendasikan. Untuk anda yang mencari iem dengan harga murah namun dapat wah, KZ ZSN juga cocok sekali untuk anda. Yang jelas, dengan desain yang aduhai dan suara yang cukup asoy berbanderol 200 ribu bahkan bisa kurang, saya rasa tidak ada iem lain yang bisa menandingi. Semoga berguna...

Regards,

waw





















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?