visit on my page

Showing posts with label Gandiwa. Show all posts
Showing posts with label Gandiwa. Show all posts

Tuesday, April 16, 2019

Bakso Geger, Kuliner Legend dan Populer di Kota Atlas


Salah satu makanan khas negara +62 yang gak ada matinya. Bahkan di setiap sudut kota pasti ada yang menjajakannya. Bakso bahasa kerennya Meatball. Saking banyaknya bakso yang dijual di berbagai tempat maka setiap orang pun punya preferensinya. Ada yang suka makan bakso di suatu tempat, ada pula yang lebih mantab jika makan bakso dari abang-abang yang lain. Saya pun punya tempat makan bakso paling favorit di kota Semarang. Mungkin tempat itu banyak yang tahu namun belum tentu banyak yang suka. Tapi, setiap saya menyambanginya, tempat tersebut tidak pernah sepi. Bakso Pak Geger namanya.


Bakso ini sangat legend dan populer di kota Atlas. Dari kaki lima sampai mempunya tempat yang nyaman sendiri, bakso ini memberi kesan tersendiri di setiap penikmatnya. Letaknya di daerah pamularsih. Tenang, google sudah sangat akrab dengan tenpatnya kok. Tinggal “ok gugel...” anda sudah diantar sampai ke tempat. Dulu pertama kali saya jajan di sana, tempatmnya ada di dekat tempat yang sekarang namun masih kaki lima. Namun kini bisa anda lihat sendiri.


Sekarang tempatnya nyaman banget. Rasa baksonya tidak berubah dari dulu. Dengan kuah bening yang legit jauh dari rasa yang pekat yang aneh. Kuahnya lebih ke legit dan seger. Tinggah anda meramunya dengan sambal, saus, kecap, dll, anda bisa mendapat sensasi yang anda mau. Baksonya kenyal dan tidak bohong. Ini rasanya bakso banget, tanpa aroma yang menyengat dan sensasinya gurih tanpa bumbu berlebih. Yang membuat mantab lagi adalah tetelan yang bergelimpangan diantara bakso-bakso. Kenyal dan enak pokoknya. Perpaduannya serasi antara bahan2 yang disajikan di dalam mangkok. Secara keseluruhan rasanya tidak berlebih, pass, dan membuat ketagihan. Kalian wajib coba deh.


Bakso pak geger sebenarnya adalah salah satu kekayaan kuliner kota Semarang. Diantara bakso di seantero kota ini bakso geger adalah salah satu yang legendaris dan terkenal enak rasanya. Meski banyak bakso lain yang populer, namun punya pak Geger ini sepertinya susah untuk dilupakan. Jadi, tunggu apa lagi? Kalo penasaran, dicoba saja. Herga yang ditawarkan terjangkau kok. Semoga berguna...

Regards,

waw










Monday, April 15, 2019

Kampung Sawah di Kota Semarang


Seperti yang telah saya singgung sebelumnya di artikel kampung batik Semarang, Kota atlas sedang mempercantik dengan membuat kamupung-kampung tematik. Dan, setiap ada yang unik, maka kami pasti kepincut untuk menjenguknya. Ada salah satu kampung yang cukup terjangkau dan unik menurut kami. letaknya ada di kecamatan Mijen kota Semarang. Namanya adalah Kampung Sawah. Karena memang dasarnya kami suka wisata alam, maka sesuai dengan judulnya pasti wajib untuk kita kunjingi. Seperti apa keunikannya?


Kampung tematik ini belum lama jadi sejak artikel ini saya buat. Tempatnya memang berada di erea persawahan. Launchingnya pun cukup menyita banyak mata. Ibu negara yang datang ikut meresmikannya dilengkapi dengan acara tangkap bebek membuat peluncurannya cukup spektakuler. Berselang beberapa hari dari launcing kami pun berkesempatan untuk menjunjungi Kampung tersebut. 


Untuk lokasi anda bisa mengandalkan map google. Lebih tepat tampatnya terletak di belakang sebuah rumah makan pemancingan. Di sana juga ada kolam renang yang dibuka saat hari libur. Di samping rumah makan tersebut terdapat jalan setapak selebar satu depa lebih untu masuk ke kawasan Kampung sawah. Kami diwajibkan membayar tiket 3 ribu rupiah setiap orang nya untuk masuk ke sana. setalah tiket di tangan, kami pun masuk ke area wisata. Tidak ada yang istimewa saat kami masuk. Hanya jalan setapan bermaterialkan semen selebar satu depa tadi. Sekitar 50 meter dari loket (loket dadakan), kami menjumpai sungai kecil sebelah kanan yang kesannya  (entah dikesankan atau bagaimana) clasic. Namun, sebagai orang desa, sungai kecil seperti itu kerap kali saya jumpai di kampung saya. Lalu, beberapa langkah kemudian kami menemukan seperti jembatan buatan dari bambu yang dibuat diatas sawah menyisir sepanjang sekitar 100 meter hingga sampai suatu spot yang terbuat dari bambu pula, spot tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menarik untuk foto-foto. Dan, menurut kami hanya di spot ini lah kami cukup mendapat impresi. Ya, meski lagi2 tidak spektakuler, setidaknya masih pantas untuk background foto. 



Justru banyak hal negatif yang saya dapat di kawasan wisata desa dengan budget hampir 200 juta itu. Selain konsep yang tidak matang, materail pendukung wisata seperti bambu-bambunya seperti kurang kokoh dan mudah rapuh. Sampah pun bertebaran yang pasti sangat menggangu pemandangan. Bukan hanya mata yang terusik, hidung kami pun mencium bau yang tidak membuat nyaman sama sekali. Pantas saja, hanya berjarak beberapa jengkal saja dari spot andalan Kampung Sawah terdapat sapi dengan kotoran berserakan dan baunya sangat menyengat.





Overall impresi saya di tempat ini kurang baik. Apalagi dengan dibanderol tiket masuk seharusnya akan lebih baik dari ini. Namun begitu, sebenarnya perlu diberi apresiasi dan dukungan untuk membuat kampung2 tematik seperti ini. Jelas, ini akan memberi warna bagi kota Semarang dan menungkatkan aset pemerintah. Semoga berguna...

Regards,

waw














Thursday, March 14, 2019

Gelato, Es Krim Kekinian Yang Bikin Ketagihan


Apa makanan yang paling disukai oleh anak2? Apa yang menjadi alat paling ampuh untuk membujuk anak2? Pasti jawaban pertama adalah es krim. Bahkan kudapan berbahan utama susu ini disukai juga dari anak, remaja, hingga orang tua. Anak-anak saya pun sangat keranjingan dengan kudapan satu ini. Tidak maniak sih tapi cukup sering jajan es krim. Namun saat kenal dengan gelato, meraka bisa mengerem jajan es krim. Kok bisa?


Kami tawarkan kepada anak-anak. Mau jajan eskrim yang biasanya 2 hari sekali atau mau jajan es krim gelato tapi seminggu sekali? Dan jawaban mengagetkan kami terima. Mereka ternyata memilih opsi ke dua. Alasannya? Karena gelato lebih enak dari pada es krim biasanya. Saking enaknya mereka rela mengurangi kuantitas kereka untuk jajan es krim. Dan memang benar, mereka konsisten akan janjinya.


Masalah harga memang sedikit lebih mahal gelato dibanding es krim yang bisa dikonsumsi kebanyakan orang. Namun begitu, sebenarnya dengan mengurangi kuantitas untuk mendapat kualitas menjadi semakin worth membelanjakan uang. Setidaknya ini menjadi prinsip kecil yang mulai kami anut. Mending kualitas tapi pas dibanding kuantitas namun tak terbatas.


Oiya, kami biasa jajan gelato di elprimo. Letaknya di ngesrep daerah undip atas tembalang. Tepatnya di seberang sekolah tunas bangsa. Tidak terlalu lebar memang, namun dalamnya sangat cozy. Tak pernah terfikir juga saya jualan eskrim tapi tempatnya bertampil seperti cafe. Ciamik. Begini cara lain yang asyik menikmati es krim. Rasanya memang beda atau bahkan sangat beda dengan es krim kebanyakan. Ini lebih natural dan legit. Setiap rasa sangat mirip dengan aslinya. Apalagi rasa buah, mirip sekali, bahkan rasa asam nya pun sangat natural. Banyak sekali rasa es krim dipajang di etalase. Puluhan bisa abingung anda pasti dibuatnya. Teksturnya tidak lembek namun pulen. Lumer dan lembut banget dimulut. Enak banget pokonya.



Harga nya sebenarnya masih sangat terjangkau jika anda menganut prinsip kualitas seperti kami. sangat worth dibanding jajan banyak atau sering tapi kualitas nya rata rata atau dibawah rata-rata. Jika anda belum pernah mencoba, anda wajib untuk mencicipi. Wes, pasti anda akan mau lagi dan lagi. Semoga berguna...

Regards,

waw

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?