visit on my page

Saturday, January 23, 2016

Soto Lamongan yang Jawa Banget di Bandar Lampung

Anda penyuka soto? Namun bingung mencari tempat nyoto yang yahud di Bandar Lampung? Sini ane kasih referensinya. Tapi ini menurut lidah ane lho ya. Jangan khawatir, lidah ane seleranya pasti tak jauh dari lidah ente-ente kok. Ini adalah Soto Lamongan yang berada di Bandar Lampung. Belum lama buka sih, tapi rasanya tak jauh beda dengan Soto Lamongan di tanah Jawa sana.




Tepat di bawah gapura pasar Mambo (pasar kangkung) warung ini berdiri. Di pojok tikungan, bangunan semi permanen ini nempel di depan sebuah rumah sang owner. Cukup kecil memang, namun cukup nyaman. Meski hanya mengandalkan angin alami, warung ini cukup adem karena banyak pohon rindang di sekitar. Warung ini biasa beroperasi dari menjelang siang sampai menjelang malam. Praktis, warung ini akan padat saat siang hari.

Sudah jamak memang soto di Lampung disajikan dengan nasi terpisah, oleh karena itu mereka juga biasa menyajikan soto dengan nasi terpisah. Namun, sesuai yang saya tahu, di jawa belum pernah saya temukan soto lamongan dengan kuah dan nasi dipisah. Sehingga saya pun pasti selalu memesan soto dengan kuah dan nasi yang dicampur. Harganya sama aja sih. Feel nya saat makan kuah pisah dan campur sangat berbeda menurut saya. Di kantor saja saat catering menyajikan menu soto dengan kuah pisah pasti saya campur dulu bari kemudian saya makan. Dan reaksi orang-orang kantor ternyata lumayan kaget. Inilah cara makan soto ala jawa.  Taste sama namun feel tentunya akan berbeda. Balik ke warung. Porsinya lumayan jumbo, anda yang tidak sarapan pun pasti akan dibikin kenyang saat makan siang di sana. Dan, yang paling penting, bentuk dan rasanya itu soto lamongan banget. Dan masalah harga? Biasa aja sih (menurut takaran kantong saya). Satu porsi dibanderol 14 ribu. Namun yang bikin kaget adalah sate pendamping soto nya. Yang biasa dijual di tempat lain 2 ribuan, ini dilego dengan seribuan saja. Itu harga tidak lama sebelum artikel ini muncul. Bisa jadi akan naik (kalo turun kek nya enggak deh ya).





Jika anda suka dengan soto, dan kangen dengan soto lamongan, tak ada salahnya jika anda mencoba mampir di warung yang satu ini. Pelayanan pun ramah dan cepat. Jika lidah anda jawa, pasti anda akan suka. Semoga berguna...

Regards,

waw

Monday, January 11, 2016

CitiHub, Hotel Budget yang mantep di Bandar Lampung

Berawal dari kunjungan salah seorang kerabat yang sedang ada dinas luar kota dan bertepatan di tempat saya tinggal saat ini yaitu Bandar Lampung. Layar HP mengisyaratkan bahwa kami harus meet up di salah satu Hotel di bilangan Tanjung karang pusat. Yup, CitiHub yang berdiri belum lama di Jl. Kartini tepat di depan LIA menjadi meeting point kami. Mobil pun kami parkir tepat di depan hotel dan, kami siap menggerayangi jeroannya.

Monday, January 4, 2016

Mie Lampung Yang Bener-Bener Mie Lampung



Berbicara masalah mie, tentu anda semua pernah bahkan sering mendengar mie Lampung bukan? Jujur, saya pun lumayan sering mendengar. Namun hingga saat ini, saya belum pernah tahu bentuknya Mie Lampung itu seperti apa. Itu salah satu jenis mie yang berbeda dengan mie yang lain, atau ya sekedar mie biasa tapi berasal dari Lampung, atau mungkin suatu merk dagang? Bahkan sampai saat ini pun saya belum tahu jawabannya. Yang saya tahu adalah ada sebuah warung Mie yang sangat terkenal dengan nama “Mie Lampung” yang berada di Bandar Lampung. Mungkin ini adalah jawabannya?

Thursday, December 10, 2015

Bali Food Murah Meriah? Ya Dapur Bali


Jika saya pernah posting juga tentang tempat makan yang bali banget yakni Ambali, maka kali ini saya akan sedikit share juga tentang tempat makan khas Bali juga namun dengan banderol yang lebih merakyat. Dapur Bali namanya. Dari namanya jelas restoran ini menyajikan menu utama yang khas bali. Ada beberapa keunikan yang patut sekali untuk dicoba. Tempatnya pun sangat mudah dijangkau di tengah-tengah kota Bandar Lampung. Mau tau keunikannya? Mari ikuti saya.


Letak yang sangat strategis yakni di Jl. Raden Inten no 144 depan tugu Adipura (tugu gajah) disamping Kids Station membuat tempat ini sangat mudah untuk dicapai. Jangan merisaukan tempat parkir, karena restoran ini menyediakan tempat parkir yang luas di belakang. Jika anda masuk, maka anda bisa ngetem di lantai 1 atau lantai 2. Di lantai 1 anda akan menemukan berjajar menu makanan Bali yang ditata prasmanan. Lengkap dari Nasi, sayur hingga lauk. Tapi saya lebih suka nongkrong di lantai 2. Disana ada balkon yang menghadap langsung tugu adipura. Ughhh... makan dengan menghadap perempatan pusat kota yang sekaligus menjadi ikon kota tapis berseri dengan hembusan angin sepoi sungguh aduhai sekali. Di lantai 2 ini pula menu paket disediakan. Dan anda bisa makan hanya dengan uang 8 ribu rupiah sadja.
Nasi Jinggo
Nasi Pedas
Yup, nasi Jinggo Bali disini hanya dibanderol Rp.8000,- saja. Ini nih kuliner yang ane suka. Murah meriah. Nasi dengan porsi kecil (sebesar kurang lebih 2X nasi kucing), ditambah ayam suwir berbumbu, kering tempe, serundeng, dan sambal sudah cukup membuat lidah anda bergoyang. Selain itu ada nasi Pedes Bali. Ini juga tak kalah murahnya gan, hanya 9 ribu rupiah sadja. Dengan harga yang 1 ribu lebih mahal nasi ini dilengkapi dengan sayur urap dan sambal mentah. Meski dibanderol murah, ini juga sangat yummy. Keduanya enak. Saya biasa pesan keduanya untuk memenuhi kebutuhan perut buncit saya. Selain kedua saudara kembar tersebut, ada pula menu paket ayam Taliwang. Nasi dengan lauk Ayam goreng Bali dengan sambal mentah. Harga 17 ribu. Ketiga menu tersebut lah yang menjadi daya tarik dari restoran ini. Konsep murah memang dihadirkan agar restoran selalu ramai dan bagi yang kangen dengan makanan Bali mudah sekali untuk tersalurkan.


Di lantai 2 ada pula tersedia dimsum. Hanya dengan 5 ribu per pcs (biji), anda sudah bisa menikmati dimsum yang hangat dan nikmat. Jika anda makan dengan menu prasmanan di lantai 1 akan dihargai per masakan yang diambil (mungkin akan jatuh lebih mahal), maka di lantai 2 anda hanya cukup dengan membayar 8 ribu untuk bisa makan khas bali. Meski sederhana dan terkesan tanpa lauk, Nasi Jinggo di sini juara. Dan, masih ada satu lagi menu baru dari warung makan ini. Nasi Bakar. Murah sekali. Jauh lebih murah dibanding Nasi Bakar LG yang terkenal ituh. Tapi, ya memang rasanya tidak terlalu juara. Toh Dapur Bali bukan spesialis Nasi bakar kan? Jadi, jangan lupa buat mencoba masakan khas bali yang murah meriah di Dapur Bali. Pasti nambah-nambah lagi deh. Semoga berguna...

Regards,

waw
Nasi Bakar Dapur Bali

Prasmanan Lantai 1


View Tugu Adipura






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?