visit on my page

Showing posts with label dap. Show all posts
Showing posts with label dap. Show all posts

Monday, April 15, 2019

KZ ZSN PRO - Really The PRO Version


Belum reda hype dari KZ ZSN, Knowledge Zenith melahirkan kembali produk baru sebagai suksesor nya. Dengan embel2 PRO produk tersebut dinamakan. KZ ZSN PRO nama lengkapnya. Apa sih bedanya dari kakaknya? Kenapa KZ perlu sekali untuk memproduksinya? Saya sendiri memang orang yang mudah sekali kemakan hype. Waktu hype KZ ZSN, terhitung sudah 2 kali saya meminangnya. Cuan tentunya menjadi alasan saya. Dan memang cukup menjajikan ternyata. Hehe. Keduanya sudah sukses terjual tanpa butuh efford berlebih. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu suka sound signature dari KZ ZSN, makanya saya lebih memilih untuk melego nya. Btw saya sudah kasih review tentang KZ ZSN lho. Kali ini saya pun ikut PO (pre order) saat sang adik leunching. Menariknya, KZ justru membanderol nya dengan harga yang hampr sama dengan pendahulu. Singkat kata, sekitar 2 minggu barang tersebut sampai di yangan saya. Tak perlu menunggu lama mari kita buka bungkusnya.



Bungkus alias box nya 99% sama dengan kakaknya. Hanya gambar dan tulisan pada box yang sedikit beda. Tentunya karena desainnya yang tidak sama dan namanya sekarang sudah ada PRO nya makanya tampilannya sedikit beda. Apa yang kita dapat pun sama persis seperti KZ ZSN. Iem, 4 pasang eartips yang persis sama, kabel yang sama pula, surat2 penting yang tidak ada bedanya. Perbedaan nya hanya pasa garis desandari sang kakak dan adik. Tidak perlu saya jabarkan panjang lebar, impresi unboxing KZ ZSN PRO sama persis dengan KZ ZSN.


KZ ZSN sangat sukses sekali di pasar. Hype nya sangat terasa. Hampir semua penggila audio portable memilikinya. Selain harganya sangat terjangkau, kelebihannya tidak bisa dipungkiri. Desain cantik, build quality dan material yang baik, ditambah hybrid driver yang tertanam didalamnya pasti membuat siapa saja tertarik untuk memilikinya. Lalu sebenarnya pertanyaan yang pasti ditanyakan semua orang. Apa tujuan KZ memproduksi KZ ZSN PRO, sedang KZ ZSN saja sudah suksek dan memuaskan kebanyakan orang? Apa KZ tidak takut akan mengganggu eksistensi KZ ZSN sendiri yang sudah sukses? Apa KZ tidak memikirkan perasaan orang yang sudah membeli KZ ZSN? Pertanyaan itu nanti akan terjawab setelah anda mambaca artikel saya ini dengan tuntas.


Tentu kita mulai dari build quality ya. Overall secara garis desain ZSN vs PRO adalah serupa. Dari kabel, eartips hingga housing  nya sama persis baik dari bantuk dan material bahan. Hanya satu yang membedakan yakni faceplate nya. Kalau ZSN guratan nya kedalam dan tegas sedang ZSN PRO guratannya timbul dan lebih terkesan luwes dengan aksen lancip. Di ZSN terdapat 3 sekrup sedang ZSN PRO hanya 1 sekrup saja. Saya sendiri lebih suka garis desain ZSN PRO. Oiya, faceplate untuk ZSN terasa lebih ‘metal’ dibanding ZSN PRO yang kayak bukan metal materialnya padahal metal. Padahal secara bobot, seingat saya ZSN PRO lebih berat dibandding ZSN biasa. Build Quality hampir sama juga antara keduanya. Terasa solid dan durable. Namun saya merasa build quality SZN PRO lebih inferior dibanding kakaknya. Lem nya terlihat acak-acakan dan bleber kemana-mana. Entah saya mendapat produk yang QC nya jelek atau bagaimana. Ada lem yang bleber ke luar housing dan faceplate di satu sisi seperti tidak penuh cat nya atau mungkin mengelupas. Selain itu ada isyu bahwa nozzle KZ ZSN mudah terlepas, semoga di ZSN PRO sudah dipernaiki kualitasnya. Namun demikian untuk desain saya suka ZSN PRO tapi untuk build Quality saya condong ke ZSN biasa. Oiya KS ZSN yang saya punya adalah warna Gray. Imho sih kayaknya lebih cantik warna purple yang dulu pernah saya miliki untuk SZN.


Lalu menginjak ke impresi suara. Sekali lagi saya sampaikan jangan terlalu percaya dengan kuping saya. Lubang kuping orang beda beda. Jadikan ini hanya sebagai referensi ringan saja. Dalam impresi ini saya memakai DAP Zishan Z3 dengan OPAMP OP27 tertancap didalamnya.

Saat saya tancapkan KZ ZSN PRO ke telingan saya, saya merasakan semprotan yang luar biasa. Suaranya baik dari frekuensi bawah hingga atas terlalu nyemprot ke telinga saya. Sangat tidak terkontrol. Lalu saya putuskan untuk mengganti eartips dengan Spinfit CP100 dan surprisingly suaranya refine di semua sektor. Memang dari awal saya tidak cocok dengan eartips bawaan KZ series. Impresi di bawah ini pun saya memakai Spinfit CP100.
LOW. Bass masuk ke kategori besar dengan buntut yang cukup panjang. Namun jika dibanding ZSN biasa yang ini lebih terasa deep dan rapih. Klaim dari KZ memang versi PRO ini adalah penyempurnaan di dynamic driver yaitu yang mendrive bass. Dengan dual magnetic alias menggunakan 2 koil, bass nya terasa berbobot hingga sub bassnya namun tidak bleber. Namun begitu bagi sayayang mantan basshead, bass nya masih kebesaran dan boomy.
MID. Vocalnya terasa maju dan present banget. Bahkan saya merasa masih sedikit nyerang meski sudah memakai spinfit CP100. But imho masih bisa dinikmati kok. Artikulasi sudah pasti sangat jelas. Letaknya menurut saya sedikit didepan bass nya. Vocal lover pasti akan suka. Meski begitu sibilance masih kerap dijumpai walau tidak se-rentan ZSN biasa.
HIGH. Nah disini saya rasa high nya ZSN PRO lebih extend dibanding ZSN biasa. Cukup kerasa sekali hingga terindikasi pearcing. Bahkan saya yang penikmat trebel saja tidak kuat lama-lama jika menggunakan eartips bawaan. Dengan spinfit CP100 trebel sedikit jinak namun menurut saya masih terlalu present. Disini lah peran aktif balance armature yang mempresentasikan frekuensi atas. Trebel lover sepertinya akan suka.

TENIKALITAS. Overall suaranya bagus dikelasnya. Secara keseluruhan saya lebih suka sound signature dari ZSN PRO dibanding ZSN biasa. Untuk teknikalitasnya, iem ini jelas sangat worth di kelasnya. Sondstage nya cukup baik meski tidak terlalu megah. Tapi jika dibanding ZSN biasa terdapat improve yang cukup banyak. Separasi nya pun bagus. Sangat mudah mendeteksi setiap instrumen di iem ini. Dibanding ZSN biasa jelas kerasa lebih baik separasinya. Detail suara untuk memainkan musik tempo selow hingga menengah terasa bagus, namun kalau untuk memainkan musik cepat dan rancak maka performanya akan terasa menurun. Bukan berarti jelek lho ya. Yang saya suka dari ZSN PRO adalah powernya. Dengan volume relatif rendah iem ini sudah bisa unjuk gigi. Semua sektor dari bawah, tengah hingga atas terasa open dan tidak terasa mendem sama sekali. Oiya, FYI ZSN versi PRO ini sudah dilengkapi dengan crossover ya. Jika dibanding pendahulunya yang jelas terasa adalah lebih koheren, setiap frekuensi terasa lebih fine gab nya. Ini yang menjadikan teknikalitas ZSN PRO lebih baik dibanding ZSN BIASA.



CONCLUSION. Ini iem yang menarik adalah desain dan material nya. Sudah saya jelaskan di artikel KZ ZSN bahwa dengan harga paling mahal 200k (non garansi) mendapat desain iem dengan build quality dan material yang mantab pasti tidak ada tandingannya. Disamping itu suara yang open dengan power yang mantab dan mudah didrive menjadi nilai lebih dari iem ini. Lalu apa kelebihan atau keunikan dibanding KZ ZSN biasa? Banyak, dari desain tektur dan garis faceplate nya beda. Karakter suara yang lebih refine menurut saya dari versi sebelumnya. Bass lebih deep, vocl lebih present dan trebel lebihn extend. Basslover akan lebih suka KZ ZSN biasa sedang KZ ZSN PRO akan lebih cocok untuk vocal lover dan pecinta trebel. KZ mengeluarkan KZ ZSN PRO ini memang untuk mereka yang belum terpuaskan dengan adanya KZ ZSN. Yang mau lebih deep bass nya, lebih present mid dan high nya. Bagi anda yang sudah punya KZ ZSN biasa apa ZSN PRO ini worth to buy? Jika anda punya budget tak terbatas, maka jawabannya adalah iya. Namun jika budget anda cukup terbatas maka cek dulu, apakah di ZSN biasa anda banyak kurangnya? Jika iya, anda kudu mencoba versi PRO nya. Benar2 refine di segala sektor. Lebih tepatnya lepeh KZ ZSN nya, lalu boyong ZSN PRO nya. Namun jika sudah cukup nyaman dengan KZ ZSN biasa, saya sarankan tabung uang nya untuk ugrade yang lebih tinggi lagi. Nah, kalau anda belum punya keduanya, kalau dari saya jelas ambil versi pro ketimbang yang biasa. Namun satu catatan, bagi trible hater jauhi iem ini.

Salam audio lover. Semoga berguna...

Regards,

waw








Friday, April 12, 2019

Takstar Hi1200 iem Legend For Classic Audiolover


Berawal dari pelengkapan koleksi saya akhirnya memboyong iem ini. Setelah saya menemukan earbud tervaforit yakni h185, maka saya ‘butuh’ pula memiliki iem. Meski sudah menjadi penikmat earbud, tentunya sensasi iem (in ear monitor) tentunya masih saya dambakan. Isolasi suara iem yang tidak dimiliki oleh earbud tentu menjadi alasan utama saya harus memiliki iem. Bagaimana jika saya sedang sakau desahan raisa sedangkan saya sedang berada di atas kereta yang sedang melaju kencang? Iem pasti lebih proper dibanding earbud. Lalu kenapa saya memilih Takstar Hi1200? Simple saja. Antimainstream. Memang awalnya saya mencari iem yang karakternya serupa dengan earbud edifier H185, namun pencarian saya mengalami kebuntuan karena mungkin barang nya sesuai namun budged kurang sesuai. Yuk kita mulai bahasannya.


Iem ini saya tebus dengan harga 200 ribuan. Sumpel kuping paling mahal hingga saat ini yang saya beli memang. Tapi dengan segala keunikannya saya yakin saya tidak akan menyesal meminangnya. Takstar hi1200 yang saya beli memang bukan dari garansi resmi distributor indonesia. FYI, harga Taktar Hi1200 garansi resmi (overkill) adalah 500k. karena pede saya pakai nya tidak jorok, maka saya putuskan untuk membeli yang non garansi saja. Takstar Hi1200 merupakan iem yang cukup legend di dunia audio kere hore. Meski melegenda, pamor nya tidak se-aduhay KZ series. Meski begitu, jangan remehkan dulu iem yang satu ini. Populasi orang yang mempunyai iem ini tergolong tidak banyak, tidak pula seperti KZ series yang menjadi iem sejuta umat audio kere hore. Merek pun kalah populer dengan Knowledge Zenith. Takstar merupakan produk asli lahir dari negara tirai bambu. Mungkin di negara sana iem ini cukup populer, namun tidak begitu besar gaungnya di negara kita tercinta. Namun begitu, masih banyak para audio lover senior yang menganjurkan iem ini untuk dimiliki. Apa sih istimewanya? Mari kita buka dulu box nya.


Box nya sih kurang dari kesan cantik atau ganteng ya. Sangat sederhana menurut saya. Dari bentuk, gambar, maupun branding tidak futuristik sama sekali. Kesanya norak dan hmmh gitu lah. boxnya putih dengan gambar iem nya di depan dan tulisan TAKSTAR sparkling, serta tulisan dewa yang tidak saya mengerti. Meski begitu, ada satu keunikan dari boxnya. Bagian depan bisa dibuka seperti buku dan sepertinya ada magnet nya yang melekatkan saat tidak dibuka. Saat dibuka kita langsung bisa melihat iem nya dari balik mika transparan. Tapi masih kerasa maksa kalo mau dibilang keren. Kemudian setelah benar2 dibuka, dalamnya ada seperti plastik kaku sebagai tempat iem, surat2 penting (buku panduan dan kartu garansi), eartips yang dimasukkan ke dalam plastik obat apotik, dan yang bikin mantab adalah pounch yang disertakan didalamnya cukup tebal dan bukan kaleng2. Eartips yang disertakan termasuk lengkap. Ada 6 pasang termasuk yang sudah tertancap di iem nya. 3 pasang ukuran S M L biasa, dan 3 pasang ukuran S M L double flage.



Kita runut build qualitynya saat mengeluarkan iem dari kandang nya, yang saya notoce pertama adalah kabelnya. Kecil dan tipis. Masak iem ratusan ribu kabelnya kayak gini. Mungkin kualitasnya setara dengan kabel bawaan earbud edifier H185. Tapi, meski tipis, durability nya cukup baik, dan bahannya dari karet yang bukan kaleng2. Jack nya bertype straight namun sudah gold plated. Jacket dari jack nya pun terbuat dari karet yang sama dengan jacket kabel. Jacky nya juga tidak kalah mungil dengan kabel nya, tapi sekali lagi durability nya bisa dipertanggungjawabkan kok. Panjang kabel nya standar 1 meter lebih dikit. Tapi sekali lagi kejadulan saya temukan yakni kabel nya panjang sebelah, dan perbedaan panjang nya sangat ketara sekali. Mirip earphone jaman dulu lenbih tepatnya satu klan dengan vido. Beranjak ke splitter. Lagi2 tiak ada yang spesial disini. Dan sekali lagi mirip dengan edifier H185 karena ada splitter yang bisa berjalan untuk menyesuaikan panjang kabel yang dibutuhkan. Bergeser ke atas, saya menemukan adanya tombol dan mic di sebelah kiri (kabel yang tidak panjang). Tombolnya cukup clicky dan empuk. Mic nya belum saya coba secara kualitas. Namun bentuk nya lagi2 super jadul. Menuju ke intinya inti. Di pangkal housing tempat masuknya kabel ke housing saya temukan karet yang cukup kuat untuk melindungi kabel dari kerusakan. Disana tercetak branding ‘takstar’ di satu sisi dan ‘hi1200’ di sisi lain. Bagus sih pengerjaan detailnya. Nah, yang paling terasa beda dengan yang lain adalah housingnya terbuat dari kayu. ya, benar2 kayu yang diberi finishing kayu banget ditambah ukiran menyerupai sayap. Belakang driver ada penanda kanan atau kiri yang ‘seperti’ terbuat dari stainless. Dari housing kayu ke arah nozzle nya pun terbuat dari bahan yang sama.  Entah ini terbuat dari stainless benar atau tidak yang jelas saat saya rasakan tidak dingin. Nozzle nya cukup besar dan terdapat saringan di ujung lubangnya. Overall secara desain saya suka kecuali bagian set kabel nya. Mungkin akan saya recable suatu saat nanti.



Bagaimana dengan suaranya? Apa pantas dihargai sekian ratus ribu rupiah?
BTW saya berimpresi disini atas dasar kuping saya sendiri. Beda lubang telinga tentu beda rasa. Saya menggunakan DAP Zishan Z3 dengan OPAMP OP27 terpasang.
LOW. Bass nya deep dan punchy namun ekornya tidak terlalu panjang. Secara kuantitas termasuk besar. Saya sebagai mantan basshead merasa sedikit berlebih bassnya. Lalu saya pasang eartips double flange. Bass nya malah semakin besar dan berekor cukup boomy. Kemudian saya pasang spinfit c100. Bass nya masih cukup besar namun disini tekstur nya lebih enak dan terkontrol.
MID. Untuk vocal tidak terlalu maju. Sedikit berada dibelakang bass dan treble nya. Namun artikulasi penyanyi masih jelas terasa. Tidak mendem dan masih cukup lantang dan lembut masuk ke gendang telinga. Namun jika dipasang eartips double flange, seketika vocal nya jadi maju dan cukup nyerang. Dengan spinfit lagi-lagi mid nya lebih terkontrol dan bebas dari sibilance. FYI dengan double flange masih kerasa sibilance.
HIGH. Disini dengan pakai eartips manapun high nya kerasa 11 – 12. Namun di spinfit memang terasa lebih refine sedikit keluar dibanding eartips bawaan. Karakter high nya tidak terlalu extend namun detailnya masih baik. Micro detail pun acap kali keluar di iem Takstar Hi1200 ini.
TEKNIKALITAS. Separasi nya overall baik di kelasnya. Stage nya bagus sekali menurut saya. Tidak terasa sempit sama sekali. Namun saat saya pasang eartips double flange, separasi dan stage terasa menurun. Entah karena banyak bagian terboost atau bagaimana. Secara keseluruhan teknikalitas akan sangat terasa refine dan balance jika menggunakan eartips Spinfit CP100. Untuk power, iem ini tidak terlalu susah didrive namun butuh volume sedikiit dinaikkan untuk mengeluarkan segala potensinya.


CONCLUSION. Takstar Hi1200 ini desainnya unik dan antimainstream. Dan itu lah salah satu alasan utama saya membeli nya. Namun kualitas kabel memang butuh penanganan khusus agar awet. Teknikalitas iem ini menjadi salah satu daya tarik. Soundstage yang luas untuk iem di kelasnya, separasi yang mumpuni, clarity dan detail yang tidak malu-maluin membuatnya pantas disandingkan dengan iem menengah keatas lainnya. Bass yang cukup besar pasti menjadi idola basshead. Namun untuk basshead akut sepertinya kurang nampol bassnya. Untuk anda yang suka desain unik, teknikalitas suara yang oke, vocal dan trebel yang pas, serta bass yang punchy, jangan ragu untuk membeli iem Takstar Hi1200. Namun bagi anda yang suka sesukanya memakai iem, jangan beli deh, kabelnya nyamari. Bass hater sebaiknya juga jangan dekat-dekat dengan iem ini. Vocal lover masih bisa dicoba namun jika anda adalah treble lover pasti anda akan merasa kurang porsinya. Untuk selera saya sendiri sih teknikalitas no comment, bass kalau bisa dikurangi sedikit, treble ditambah sedikit, pasti akan menjadi iem idola saya. Tapi dengan kondisi seperti ini dengan menggunakan eartips spinfit cp 100 sudah memuaskan saya.
Salam audio, semoga berguna..

Regards,

waw

















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?