visit on my page

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Thursday, January 17, 2019

Profil Ekonomi di Daerah Terpencil Ongulara - sequel of Ongulara


Desa ongulara adalah desa yang terisolasi. Jelas karena tidak ada akses memadai untuk menuju desa ini. Jalan rusak super parah, akomodasi transportasi yang minim, dilengkapi dengan tidak adanya jembatan sebagai penghubung ke daerah luar semakin membuat desa ini terpuruk. Sungai Surumana lah yang membatasi desa ini ke daerah lain. Sudah pasti ekonomi pun juga mengalami keterpurukan karena alasn tersebut.

Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, sebenarnya jembatan penghubung desa sebagai perlintasan sungai Surumana pernah ada. Bermodel gantung yang bisa dilewati motor dan pejalan kaki. Namun sudah lama hilang di terjang arus sungai Surumana dan berganti dengan rakit penyeberangan yang pasti dari segi fungsi jauh lebih buruk. Tidak ada jalan lain kah? Ada sebenarnya dan justru jalan lain itu adalah jalan kepunyaan desa Ongulara itu sendiri. Lalu kenapa tidak difungsikan? Meski tidak perlu menyeberang sungai Surumana namun jalan tersebut sudah tidak layak disebut jalan. Kondisinya jauh lebih buruk berkali kali lipat dari jalan rusak yang basa dilewati saat ini.wal hasil, meraka menganggap jalan itu tidak ada.

Lalu bagaimana logistic dan perekonomian desa Ongulara? Ya, bisa anda bayangkan saja. Suatu daerah dengan akses seperti yang saya jabarkan di atas seberapa kuat perekonomiannya. Yang jelas di sana masih ada 2 warung kelontong sebagai tempat bersandarnya logistic dan segala macam kebutuhan sehari hari. Tidak terlalu lengkap sih, namun cukup untuk memenuhi kabanyakan barang yang dibutuhkan warga Ongulara. Beras, gula, dan sembako lainnya, dan macam macam barang dan jajanan sperti warung kelontong pedesaan pasa umumnya. Warung warung kelontong tersebut melengkapi barang daganyannya dengan kulakan ke Watatu.


Harga? Wajar lah kalau lebih mahal disbanding di warung kelontong di tempat lain. Bayangkan saja bagaimana perjuangan agar barang barang tersebut dapat dibawa kesana, pasti butuh efford tinggi. Namun mahalnya masih dalam batas kewajaran sih, tidak terlampau parah dan masih bisa dijangkau oelh warga. Lha wong penghasilan warga saja tidak seberapa, kalau harga ditinggikan mana ada yang mau beli. Bagusnya ada 2 warung, coba kalau Cuma ada 1 warung, pasti harga dimonopoli. Segala macam transaksi keluar masuknya uang dari warga ya dari kedua pintu warung kelontong tersebut di atas. Tidak lebih dari 10% keuangan yang keluar masuk dari luar kedua pintu tersebut. Sesekali ada sih tukang sayur dan tuakng jual ikan masuk ke desa Ongulara. Namun itu hanya jika air Sungai Surumana surut.

Well, memang seperti ini keadaannya. Semoga setelah proyek bendungan Surumana berhasil terwujud, profil perekonomian seperti itu segera sirna. Semoga menambah wawasan kita…

Regards

waw


Wednesday, December 5, 2018

MAJT - Masjid Agung Jawa Tengah yang Membanggakan


Berbicara masalah masjid pasti tidak aka nada habisnya. Masjid tertua, masjid termegah, masjid terunik, dan masjid ter-lainnya. Tidak akan ada bosannya pula hal ini untuk diperbincangkan. Selalu membuat kita terus ingin mencari tahu lebih dan lebih lagi. Rasa syukur pun akan selalu terucap dari  mulut kita di saat mengunjungi rumah Allah. Rasa kagum pun menyeruak dari dalam hati disaat melihat rumah Allah itu. Di Jawa tengah, khususnya di kota Semarang ada masjid yang pasti akan membuat kita senantiasa bersyukur dan terkagum-kagum. Mari kita telisik lebih dalam.




Di atas tanah di daerah gajah bangunan masjid tersebut berdiri megah. Menyandang nama besar yakni Masjid Agung level nasional, pasti ada hal yang sangat istimewa di masjid ini. Masjid dambaan orang jawa tengah ini memang teramat megah untuk dipandang. Arsitektur yang antimainstream bernuansa modern sangat kental terasa dari luar. Dari pintu masuk, kita disambut separasi jalan berbentuk taman dengan papan asma allah disepanjang jalan. Air mancur dan kolam pun menghiasi penghujung taman. Kemudian, plataran berlantai batu marmer yang luas menjadi cirikhas di pelataran masjid itu. Yang unik lagi, payung atau atap tirai yang canggih membuat masjid ini special. Pasalnya, payung otomatis tersebut dibuat sama persis dengan yang ada di mekah. Akan membuka sendiri jika hujan, dan akan menutup sendiri jika tidak diperlukan. Pun, paying tersebut dapat dikontrol sesuai dengan keinginan. Selain canggih, payung2 raksasa tersebut membuat wajah masjid semakin berkarakter. Selain itu, bentuk bagunan juga memberi kontribusi kegantengan masjid itu sendiri.







Dari dalam, aura klasik justru sangat berasa. Ornament-ornamen berukir dari bahan kayu menghiasi setiap sudut ruangan. Pilar-pilar pun tak luput dari aksen tersebut. Untuk luas interior sebenarnya tidak spektakuler, hanya cukup untuk dinamakan sebagai masjid agung. Ada 2 lantai yang dapat memuat beberapa ribu jamaah untuk melakukan sholat. Ada pula bedug special yang terpampang gagak di salah satu sudut masjid. Bedug Ijo Mangunsari Namanya. Bedug dengan Panjang  3 meter ini sangat kolosal sekali rupanya. Ditutup kelambu berwarna hijau, membuatnya makin terlihat “sakral”.  Tak hanya Bedug ijo yang membuat masjid ini terasa unik, keberadaan mushaf alquran jumbo juga tak luput dari mata saya. Alquran dengan Panjang hampir 1.5 meter ini dipajang di dalam masjid. Berpelindung kaca jelas membuatnya semakin mempesona. Tidak kurang dari 2 tahun mushaf ini dibuat dan ditulis secara manual oleh Drs. Hayat dari Unsiq di wonosobo. Mushaf ini menjadi pelengkap dari mushaf2 alquran unik lain di nusantara.







Hanya itu saja? Sayangnya tidak. Ada satu lagi yang tak boleh sama sekali anda lewatkan. Menara masjid. Ada apa dengan Menara masjid? Yup, inilah yang membedakan Menara masjid agung jawa tengah (MAJT) dengan Menara masjid lainnya. Besar tinggi dan gagah berdiri di sisi masjid semakin membuat pesona masjid menjulang. Dan yang paling menarik dan membuat masjid ini dibanjiri jamaah dari penjuru negeri adalah, Menara ini bisa dinaiki siapa saja. Dengan menebus karcis beberapa lembar ribuan saja, kita bisa menaiki Menara dengan ketinggian ratusan meter. Lift pun akan mengantarkan anda sampai puncak Menara. Namun sebelum puncak ada lantai yang boleh anda singgahi sejenak yakni musium perkembangan islam di jawa tengah. Sayangnya karena alasan waktu, saya tidak bisa mampir di musium tersebut. Sesampainya di puncak, angin pun langsung menyapa dan membelai anda. Pemandangan dari ketinggian terpampang di sekitar anda. Masjid agung jawa tengah terlihat semakin megah saja dari Menara nya. Tak cukup menikmati angin dan pemandangan dengan mata telanjang, anda bisa menggunakan teropong yang sudah tersedi di sana. semua kota semarang bisa anda keker dari lubang teropong itu. Hanya dengan beberapa uang recehan ribuan saja anda bisa mengintip kota semarang sepuasnya. Memang sungguh menarik. Tak ayal banyak sekali jamaah dari kota2 yang jauh sekalipun rela untuk datang ke sini. 

Lagi2 saya harus bersyukur dan berdecak kagum dengan keberadaan masjid agung semarang ini. Beribadah bisa sambal melancong. Menikmati rahmat Allah yang selalu tercurahkan untuk kita semua. Nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat islam yang selalu terpatri di hati… semoga berguna…

Regards

waw






















Saturday, October 6, 2018

Perjalanan Palu - Donggala - Ongulara - central of sulawesi

Baik, mari kita berangkat ke Ongulara. Saya dari semarang tentu harus menggunakan pesawat dibanding menggunakan kapal laut. Tujuan utama kita adalah Kota Palu. Kalau dari semarang ada beberapa opsi. Kita bisa berangkat dari bandara ahmad yani semarang, transit di Jakarta lalu ke Palu. Atau berangkat dari semarang, transit di Surabaya, kemudian Balikpapan atau Makasar lalu ke Palu. Atau Berangkat dari Surabaya/Solo/Jogja kemudian transit ke Balikpapan atau Makasar lalu ke Palu. Sejauh ini sih yang paling ekonomis adalah berangkat dari Surabaya. Namun yang paling praktis adalah berangkat dari semarang. Tergantung budget lah ya.

Tuesday, July 3, 2018

Mari Mulai Berpetualang di Celebes - central of sulawesi




Ini adalah salah satu hal yang paling dan selalu teringat di benak saya. Ceritanya Panjang, dan akan saya cicil sedikit demi sedikit. Jadi ceritanya belum lama saya menyelami profesi sebagai seorang pengukur alias surveyor, saya langsung dihadapkan pada medan yang cukup mencengangkan. Setelah sebelumnya bergelut dengan pengukuran tingkat rendah di BPN. Bahkan (kata bapak mertua saya yang sudah berprofesi sebagai surveyor selama 30 tahun) ini adalah medan terberat dan terekstrim. Seheboh apa sih? Atau saya lebay? Ikuti saja cerita berseri saya. Jujur saya sendiri bingung mau mulai dari mana.

Sebuah mega proyek bernama BENDUNGAN SURUMANA mengantarkan saya ke daerah ini. Sulawesi tengah, Donggala, Watatu, Ongulara. Saya melakukan pengerjaan LARAP di bantaran sungai SURUMANA yang sedianya akan dibendung. Bendungan akan dibangun di desa Ongulara. Proyek presiden Jokowi ini bukan main main. Salah satu sungai besar di kabupaten Donggala akan dibendung. Bukan hanya bendung, namun bendungan. Bendungan pasti akan membuat air sungai menggenang, dan area genangan itu yang akan saya tentukan seberapa besar luasnya dan punya siapa saja. Kemudian didata untuk diberikan ganti rugi baik dari segi bidang luas tanah, bangunan yang ada di atasnya, maupun pepohonan yang tumbuh disana. Seberapa banyak atau luas sih? Yah, lebih dari 20 km sepanjang bantaran sungai Surumana dari rencana bangunan bendungan naik ke hulu. Dan dampak dari genangan ini ternyata bukan hanya satu sungai saja melainkan 3 (tiga) sungai.

Singkat cerita, tanpa persiapan matang. Nego harga, deal, berangkat. Saya tidak memperkirakan bagaimana suasana di lapangan. Yang penting berangkat. Toh leader kami tidak memberi wanti-wanti untuk persiapan lebih menghadapi pekerjaan di lapangan nanti. Dan, kami satu tim pun kaget termasuk saya setelah sampai lokasi. Jauh super parah dari apa yang saya bayangkan sebelumya. Daerah yang terisolasi, jauh dari peradaban, dan banyak budaya yang berbeda dari umumnya. Untuk itu saya mencoba untuk membahas dari beberapa sisi dan beberapa sudut sebagai bahan nostalgia saya nanti setidaknya. Atau malah semoga akan menjadi khasanah wawasan kita semua. Semoga berguna ya..

Regards

waw

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?