visit on my page

Wednesday, June 20, 2012

Pencabutan Gigi Gerahamku


Well, dua huruf didepan yang kemaren saya pake sekarang sudah tanggal kembali. Yup saya sudah merasakan cukup baik saat ini. Setelah kemaren sempat mengalami hal yang membuat persepsi kepadapuskesmas dan RSUD semakin negative, sekarang saya sudah agak lega karena tujuan utama saya yakni mencabut gigi geraham saya sudah terlaksana. Dan sesuai rencana sebelumnya, eksekusi pada si molar 1 berjalan dengan mulus di klinik Dokter Netty. Nah berikut ulasan pengalaman pertama saya mencabut gigi geraham. 

Muka Jiper sebelum masuk klinik
Sebenarnya saya sungguh sudah siap lahir dan batin untuk mencabut gigi yang sudah berkali2 membuat susah tidur itu. Menjelang hari h perencanaan pencabutan gigi, saya iseng mencari artikel tentang pengalaman orang mencabut gigi (maklum kan baru pertama kali akan mengalami). Namun bukannya semakin menjadikan saya semakin tegar dan yakin untuk terus maju, saya malah tambah jiper setelah membaca beberapa artikel. Tapi apapun yang terjadi saya akan tetap maju terus pantang mundur.
Berusaha menenangkan diri
Sore menjelang petang berangkatlah saya ditemani my huni untuk pergi ke klinik doktyer Netty. Namun sebelum ke TKP, berhubung my huni lagi berbahagi dengan perayaan hari lahirnya, ia pun mengajak makan malam di salah satu rumah makan tersohor di Bandar Lampung. Rumah Makan Kayu yang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim tersebut juga merupakan tempat makan malam sewaktu saya merayakan hari jadi. Mengenai Rumah kayu bisa kita ceritakan pada artikel lain. Puas makan sampai perut teras penuh, kami pun langsung mengarahkan distro ke daerah teluk betung tempat dokter Netty membeuka praktek klinik poli gigi.
Relax meski duduk di jok panas
Jantung masih ‘sedikit’ berdegup seakan menyambut pengalaman pertama ini. Antri satu pasien, langsung dapat giliran. Wew ternyata bu dokter masih inget dengan kita (baca saya dan my huni; karena saya meminta my huni untuk ikut masuk memberi spirit moril.. hehe). Bu dokter pun kemudian mempersialken saya duduk di jok panasss.
dokter sedang periksa gigi
“Gimana masih sakit giginya?” tanya dokter dengan suara renyah.
Saya pun langsungmenjawab “Sudah ga sakit dok.”
“Gimana, sudah siap mau dicabut?” tanya dokter seraya mempersiapkan senjata.
“Kalo memang sudah takdirnya waktunya, saya siap dok.” Jawab saya.
“Sakit ga?” tanya dokter sambil mengetok berkalio2 oknum gigi saya yang mau dicabut.
“Ada rasa tapi ga sakit dok.” Jawab saya dengan kesulitan karena mulut yang masih nganga.
“Yaudah cabut sekarang saja ya? Kalo ditunda2 ntar malah sakit lagi..” cerocos dokter namun masih dengan suara yang enak di telinga.
“Oke dok saya siap”… 
pasrah dengan apa yang dilakukan dokter
Sang dokter itu pun mempersiapkan obat suntik intuk membius area gigi yang mau dicabut nantinya. Suntikannya berbeda dengan suntikan pada umumnya. Bentuknya agak gede sperti ada logam gitu, jarumnya kuecil namun tidak lurus dengan gagang suntikan. Setelah mangap lagi cus.. cus.. cus.. (sekitar 3-5 kali) pada gusi, saya disuruh kumur. Dan sisa obat suntuk yang menetes atau muncrat ke mulut rasanya sungguh amat sangat pahit sekali. Hampir muntah karenanya.
congkel, korek, bahkan ketok gigi adalah rutinitas dokter gigi
Sekejap setelah itu dokter mengetok si Molar 1 kembali seraya bertanya sakit atau tidak. Mendengar jawaban saya tidak sakit, Bu dokter mengambil alat yang menyerupai tang. Wuih… ngeri mengingat tang yang digunakan para mekanik untuk mencongkel/menarik baut yang membandel. 
“Asisten, tolong pegangin!” kata dokter kepada asistennya. Dan sang asisten pun memegang rahang bagian bawah saya. Dan sekejap saja krek… dokter menunjukkan hasil tambangnya tepat di muka saya. Yup si molar 1 yang jasanya tiada tara itu pun lepas dari singgasananya. Kumur, sumpal kapas, dan selesai. Prosesi yang menegangkan itu pun berakhir dengan sukses. Saya rasa ga ada 15 menit durasi yang dibutuhkan. Yang jelas cukup lega sudah mencabut gigi yang kalo kumat membuat pusing kepala itu. Daan my huni ternyata sibuk mengabadikan momen2 menegangkan tersebut.
Gigi geraham yang masih hangat nangkring bersama tools dokter gigi
Kalo ditanya sakit tidak sih cabut gigi itu? Oke saya jawab per tahap ya…
  • Saat penantian menjelang prosesi, lumayan sakit hati dan jantung (psikologis)
  • Saat di suntik bius pra pencabutan, relative tidak sakit (lebih sakit suntikan bokong)
  • Saat pas di cabut, Tidak sakit (menurut saya lebih sakit saat disuntiknya).
  • Pasca pencabutan, tidak sakit sampai keesokan harinya.
si molar 1 sukses terangkat dari sarangnya
Yah, sempet nyesel juga sih kenapa sampai mengalami pencabutan gigi, padahal untuk kebersihan gigi saya paling tidak sikatan 2 kali sehari. Tapi sepertinya penyebab geraham saya bolong adalah semenjak remaja saya suka mengkorek2 sela gigi dengan alat apapun yang saya jumpai disaat ada sisa makanan hinggap disana. Karena aktivitas tersebut sering saya lakukan, saat kuliah saya merasakan gigi tersebut berlubang. Kini molar 1 bagian kiri atas saya sudah tiada. Molar 1 kanan atas saya juga berpotensi berlubang. Namun syukur kata dokter masih bias ditambal. Jadi bagi kalian semua, lebih baik menjaga apa yang sudah kita punya. Rutin periksa gigi walaupun tidak ada keluhan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya hal2 yang tidak diinginkan pada gigi kita di kemudian hari.

Peristiwa bersejarah tersebut yang telah diabadikan menjadi sebuah video oleh my huni...

video
Diatas merupakan video sampai dengan proses penyuntikan sebelum dicabut

video
Dan satu lagi video diatas merupakan proses pencabutan gigi geraham
Semoga berguna,
Advertisement
-->
Regard,


Waw

Link terkait : 
Jangan sungkan untuk meninggalkan ketikan di kolom komentar ya gan…

6 comments:

  1. kok ngweri gan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga kok gan kelihatannya aja ngeri... the real is not like what we see (baca: ga sakit)... kalo ga kuat, jangan lihat gigi yang udah dicabut...

      Delete
  2. picturenya agak DP...:ngeriii

    ReplyDelete
    Replies
    1. DP ma asoy kagak ada ngeri-ngerinya.. haha

      *DP=DewiPersik

      Delete
  3. Bang, setelah geraham dicabut masih ada keluhan gak bang...? Trus berpengaruh gak sama penglihatan...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah tak ada keluhan gan, luka tak langsung kering memang biasa. penglihatan saya juga masih seperti sedia kala.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?