visit on my page

Thursday, January 31, 2013

Pelican Crossing Solusi Untuk Pejalan Kaki

Pernah dengar istilah "Pelican Crossing"? Kalau belum, sama dengan saya. Saya mendengar atau ngerti istilah tersebut baru-baru saja saat sedang iseng online. Yup, ternyata Pelican Crossing dapat juga dikatakan sebagai mesin penyeberangan. Mesin tersebut dipasang di lampu lalu lintas yang biasanya ada zebra cross / red carpet crossing. Penempatannya biasanya di jalan yang ramai atau penyeberangan khusus zona sekolah, dan lain lain. Pelican Crossing sudah banyak diterapkan di beberapa kota seperti Solo, Malang, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Dengan tujuan ketertiban lalu lintas dan menghargai pejalan kaki, pelican crossing ini dipasang di jalan raya. Kita tinggal pencet tombol alat yang ada di sekitar lampu merah, kemudian tunggu tanda menyeberang menyala, baru kita menyeberang tanpa takut kendaraan menabrak kita.

 


Meskipun mantab, namun, bukan berarti peralatan tersebut tanpa kendala sama sekali. Kurangnya sosialisasi membuat masyarakat tidak mengetahui eksistensi pelican crossing. Pejalan kaki dan semua pengguna jalan raya harusnya mengerti keberadaan, fungsi hingga cara penggunaan peralatan ini. Pejalan kaki yang tidak mengerti pelican crossing akan bingung bahkan bisa jadi banyak oknum yang menjadikan pelican crossing sebagai ‘barang mainan’ dengan main pencet tanpa tahu fungsi dan penggunaan. Perilaku berkendara orang Indonesia yang tak menghargai pejalan kaki juga menjadi batu sandungan kelancaran program pelican crossing. Dan masih ada beberapa kendala yang lainnya. Sebenarnya pelican crossing sudah diterapkan lama di eropa. Namun kendala ternyata masih banyak dijumpai pada penerapan di kota-kota di tanah air.

 

Pelican crossing memang salah satu upaya penertiban di bidang lalu lintas. Namun sangat diperlukan dukungan dari semua stake holder sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Sosialisasi menjadi hal yang mutlak dilakukan oleh pemerintah terkait. Cara penggunaan juga sebaiknya disosialisasikan di tempat pemasangan peralatan tersebut. Kesadaran pengguna jalan untuk saling menghargai termasuk pejalan kaki juga merupakan kunci kelancaran. Perawatan dan evaluasi rutin pun wajib dilakukan sebagai bentuk perhatian. Well, pelican crossing adalah suatu usaha peningkatan ketertiban jalan raya namun belum maksimal sampai saat ini. Namun, menurut saya penggunaan pelican crossing ini lebih mudah daripada jembatan penyeberangan. Nah, menurut Anda bagaimana? Semoga berguna..
 

Regards,

Waw

Gambar : dari Google search

Berikut saya sampaikan juga cara penggunaan pelican crossing yang saya dapat dari fanpage facebook kota solo :
Pelikan Crossing adalah sebuah sistem peringatan dini bagi arus lalu lintas untuk memberikan kesempatan pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. Pemasangan Pelican Crosing bertujuan untuk memproritaskan para pejalan kaki yang akan menyeberang jalan raya.

Saat ini di Kota Solo ada beberapa titik yang dipasang alat ini, di antaranya di depan kampus UNS, di depan RS Moewardi, di depan SMA Ursulin, di depan stasiun Purwosari, dan di beberapa titik yang lain.

Berikut adalah petunjuk penggunaan Pelican Crossing.
1. Berdiri di samping Pelican Crossing
2. Pencet satu kali, tombol warna perak pada tiang Pelican Crossing.
3. Tunggu sampai lampu gambar penyeberang jalan berubah menjadi hijau dan kendaraan berhenti di belakang garis henti
4. Menyeberanglah dengan hati-hati di zebra cross, jangan berlari.
5. Ketika lampu penyeberang jalan diseberang jalan berwarna hijau dan bergerak lebih cepat, berjalanlah lebih cepat ketika menyeberang jalan.
6. Jangan menyeberang bila lampu penyeberang jalan berwarna merah.
Perhatian bagi pengendara.
1. Jangan menyalip ketika mendekati tempat penyeberangan pejalan kaki/zebra cross.
2. Bagi pengendara motor, saat siang hari sekalipun, lampu harus tetap menyala agar pejalan kaki bisa melihat kedatangan Anda.
3. Hindari menelpon, mengatur AC, makan, dan kegiatan yang bisa menggangu kegiatan menyetir begitu mendekati tempat penyeberangan/persimpangan.
4. Kurangi kecepatan begitu melihat rambu di tempat penyeberangan.
5. Tunggu sampai semua pejalan kaki sampai ke seberang, baru jalankan kembali kendaraan.
6. Bersabarlah saat di jalanan.
7. Jadilah pengemudi defensif dengan selalu waspada terhadap situasi sekitar.

TERTIB BERLALU LINTAS, CERMIN BUDAYA WONG SOLO

Naskah: Arie Kurniawan
Foto: Shaggy
Referensi: Dishub Surakarta ---

6 comments:

  1. keren nih kalo di semua kota indonesia ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoha bro...
      Namun masih perlu dukungan semua pihak, khususnya kesadaran pengguna jalan bro, agar program ini berjalan lancar

      Delete
  2. coba ada di sini.. buat kaum pobia nyeberang seprti saya pasti akan sangat membantuu T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. tambahan : dari pada merepotkan orang lain... hehe

      Delete
  3. bawa portal aja dari rumah brooo kalo gak ada ni alat
    haahaaahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. emange sun go kong bisa masukin portal ke telinga... hahaha

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?