visit on my page

Saturday, July 7, 2012

Masih Perlukah Varian Spoke (velg jari-jari) Dijual?


Seiring pergeseran zaman, teknologi pun semakin berkembang. Dari teknologi informasi hingga teknologi transportasi pun mengalami kemajuan yang signifikan. Dari sisi transportasi roda 2 dari hanya ontel kemudian dilengkapi mesin sederhana lalu ada peningkatan mesin. Akhirnya sampai saat ini kita dapat menikmati canggihnya tunggangan dengan kenyamanan dan teknologi yang semakin meninggi. Pergeseran dari mesin yang kasar menjadi halus, tampilan culun berubah futuristik, hingga yang tanpa fitur akhirnya dijejali fitur komplit. Kemudian saya sempat berfikir, ada perubahan velg dari spoke (jari-jari) menjadi cast wheel (racing) tapi kok tidak dipatenkan ya. Almaksud disini kenapa velg spoke masih banyak dipasang pada produksi baru? Mari kita selidiki bersama. 
Harga biasanya terpaut 1 juta
Dari segi harga yang terpaut sekitar 1 juta (lebih mahal cast wheel) namun sangat terlihat perbedaan tampilan kuda besi. Karena memang konsumen Indonesia cenderung melihat tampilan dulu ketimbang banderol, maka kalo dilihat dari penjualan juga terpaut sangat jauh (lebih laku versi cast wheel sangaaat).


Versi CW diminati kawula muda
Kemudian masalah selera. Anak muda cenderung prefer pada versi racing, dan sebaliknya orang tua lebih suka yang simple alias versi jari2. Orang tua yang berjiwa muda pun akan memilih versi CW. Lha kalo anak muda berjiwa tua?? Kemungkinan akan suka velg depan cast wheel dan velg belakang spoke kali ya… Bahkan kalo dibandingin, lebih banyak orang yang mengganti velgnya dari jari-jari menjadi cast wheel daripada sebaliknya. Kasus ini biasanya menimpa pada type motor yang memang tidak ada versi CW nya. Atau terlanjur dibeliin sama ortu (kalo ini pengalaman saya hehe).
Spoke cocok di pedalaman (pedesaan)
Lha ini nih yang mungkin menjadi alasan paling masuk akal. Jalanan di pedalaman/pedesaan Indonesia belum pada aspal, rusak dan tidak mulus. Yang jalan gede aspal saja pada rusak (dah ga mulus lagi). Dan jalanan yang karakternya seperti itu memang lebih cocok memakai velg jari-jari ketimbang CW. Suspensi menjadi lebih nyaman, tidak mudah rusak (kalopun rusak lebih mudah diperbaiki), dan cocok dengan kantong orang pedalaman. Etapi kok tidak sedikit ya, orang pedalaman yang masih nekat membeli motor dengan velg CW?? Yah emang begitulah orang Indonesia. Yang penting gaya dulu, masalah yang lain ntar…


Lha menurut Anda, masih perlukah varian type spoke dijual?
Semoga berguna…

Regards,

Waw
Advertisement
-->

4 comments:

  1. perlu lah bro... biaya dandan velg jauh lebih murah yang jari2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. oo gitu ya bro...
      tapi mindset orang kayaknya 'kalo motor masih spoke itu jadul' cmiiw

      Delete
  2. velg palang paling cocok buat di jalanan mulus... makanya motocross nga ada yang pakai palang buat ...
    bisa rontok pas bis loncat tu velg

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?