visit on my page

Wednesday, May 15, 2013

Fitur ISS (Idling Stop System) Berbahaya?

image from nyobamotor.com
Teknologi memang sangat menarik untuk diperbincangkan. Baik masalah kelebihan dari teknologi sebelumnya hingga pro dan kontra yang mengiringi proses peningkatannya. Sepertihalnya teknologi injeksi pada dunia otomotif yang sebelumnya mendapat blokir keras dari masyarakat yang masih takut meninggalkan sistem karbu yang telah mainstream. Nah kali ini saya coba sedikit melirik dengan teknologi ISS yang diterapkan di salah satu motor otomatis pabrikan sayap ngepak. Yup, Vario 125 ISS. Ada apa dengan ISS?

image from nyobamotor.com
Saya sendiri juga belum pernah sekalipun menjajal produk baru Honda tersebut. Namun, menurut para pakar motor, terknologi ISS adalah dimana mesin motor mati setelah selama 3 detik tuas gas tidak ditarik (baca saat posisi langsam) dengan berbagai syarat kondisi seperti temperatur mesin telah mencapai 60 derajat C, kecepatan telan mencapai 10 km/h, kecepatan saat itu 0 km/h selama 3 detik dan gas dalam posisi tidak ditarik. Ini difungsikan agar saat motor benar2 tidak dalam kondisi jalan, mesin akan stop dan konsumsi bbm pun akan semakin efisien (klaim hingga 7%). Namun, saya berfikir jika teknologi ini akan ada sedikit “membahayakan” bagi konsumen. Apa yang bikin membahayakan?
hanya ilustrasi
Coba bayangkan kasus ini. Seorang bapak meminjam vario 125 ISS punya tetangga atau teman kantor. Dia kebetulan membawa istri dan anaknya yang masih balita dibonceng di depan, dan isri di belakang. Bapak menghentikan motornya di warung untuk membeli keperluan 'sebentar'. Sang ibu turun untuk membeli keperluan dan stop kontak masih pada posisi on (karena mudah disangga saja dengan kedua kaki si bapak). Selang 1-2 menit (pasti mesin menjadi senyap jika saklar ISS dalam kondisi aktif – anggap syarat iss sudah terpenuhi) ibu itu masih sibuk memilih-milih barang untuk di beli. Karena merasa bosan, si bapak menyalakan rokok sedangkan si anak iseng-iseng puntir gas. Dan apa yang terjadi?? Mesin langsung on, dan karena panik, si anak mendadak menarik tuas gas semakin dalam.
Atau bahkan ada kemungkinan buruk lainnya.
Advertisement
-->
Disini saya sama sekali tidak kontra akan teknologi ISS. Sebaliknya saya sangat mengapresiasi teknologi mutakhir tersebut. Saya yang masih sangat awam dengan teknologi ini hanya urun suara untuk motor yang lebih aman dan nyaman. Seandainya kondisi yang saya ilustrasikan diatas ‘tidak mungkin terjadi’, ya syukur lah. Namun, jika masih ada kemungkinan walau sedikit, sebaiknya ada usaha pencegahan dari pihak pabrikan atau konsumen sendiri. Dengan menyempurnakan ISS atau edukasi ke masyarakat atau apalah. Ingat, tidak ada produk yang sempulna kata mbah RT. Yang penting hati-hati saat berkendara adalah kunci keselamatan. Itu adalah usaha prefentif dari diri sendiri. Semoga berguna...


Regards,

waw

18 comments:

  1. pemilik blog banyak alasan.
    teknologi ini bukan teknologi kemaren sore.sudah ada dan lama di pcx

    ReplyDelete
    Replies
    1. justru itu bro.. jangan sampai teknologi yang sudah mumpuni ini masih ada sela unsafe nya.

      Delete
  2. jauhkan dari jangkauan anak-anak, haha

    http://otoradians.blogspot.com/2013/05/jorge-lorenzos-team.html?m=1

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah PARENTAL ADVISORY juga nih berarti.. wkwkwk

      Delete
  3. trimakasih, udah ngingetin gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. masama gan.. sudah sepatutnya kita saling mengingatkan

      Delete
  4. klo kasusx seperti di atas,,,,smua motor matik berbahaya menurutq,,,,makanya disediakan pbl dan sss sebagai pengaman,,,,,g"mau matikan mesin ada pengunci rem,,,,,g"mau repot tarik pbl monggo standar samping diturunin otomatis mesin mati dengan sendirix (sss) simple kan,,,,,fitur2 yang disediakan memang untuk digunakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. namun bisa jadi fitur itu membuat manja konsumennya lho bro

      Delete
    2. Tuh kan yg punya blog ini kebanyakan ngeles, banyak alasan,,,

      Delete
  5. yg sangat bahaya di motor usia tua justru CBS, jika kampas rem habisnya gak berbarengan malah bisa bikin celaka, ada kok yg sampe jungkir balik gara2 CBS ngadat,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wew.. amsyiong juga kalo gitu ya bro..

      Waspada selalu bisa meminimalisir kemungkinan jelek seperti itu.
      Servis rutin juga bisa jadi upaya yang baik.

      namun yang paling penting adalah berhati-hati saat berkendara.

      Delete
  6. Jangan kan motor matic om.
    Motor bebek sekalipun kalau nggak dinetralin pas berhenti juga bahaya ditambah punya anak kecil yang pengen tahu.
    Soalnya ada tetangga saya masuk rumah sakit gara-gara anaknya muntir gas nyusruk nabrak pager rumah gara-gara gigi persenelingnya belum netral.
    Intinya kewaspadaan dari si pengemudi aja si om.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benul om... ilustrasi menunjukkan kalo pake motor canggih aja bisa berakibat buruk apalagi kalo motor yang biasa2 aja...

      dan stuju jg kalo meningkatkan kewaspadaan diri adalah pencegahan dari kemungkinan buruk.

      Delete
  7. saya kira sdh kebiasaan orang klo brenti tuh matiin mesin trus standar samping meskipun diax g turun. g tau klo kebiasaan itu dah berubah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ane nyentil yang laur biasa bro.. hehe

      Delete
  8. Kalo nurut saya, untuk ISS ketika keadaan mati (pas kita berhenti di lampu merah/berhenti sejenak) untuk menyalakan lagikan langsung diputer aja tuas gasnya. bagaimana kalau harus menekan handle rem ketika mau menyalakan/menarik tuas gas. jadi meskipun gas ditarik kalau belum di handle rem tidak akan menyala. jadi gak begitu berbahaya. bagaimana menurut jenengan?
    hehehehehe
    *Salam Novie Si Snoopy*

    ReplyDelete
    Replies
    1. bole juga tu gan, tapi bukanya nambah ribet? ini fitur kan dibikin se-easy mungkin.
      tapi semua tergantung pasar, kalo pada seneng gitu ya apa bole buat

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?