visit on my page

Saturday, January 7, 2012

The Journey to KRUI Lampung (Part 3)

Langsung saja ya saodara2 semua… saya mau ngelanjutin cerita perjalanan saya sebelumnya. Dari part 1 (perjalanan berangkat), part 2 (di TKP), dan ini akan menjadi part terkhir cerita perjalanan saya ke krui waktu itu. Yah di part 3 ini saya akan cerita perjalanan pulang saya dari Krui menuji Bandar Lampung.

Lha esok hari itu saya ingat pukul 9am kita sepakat semua untuk menyegerakan pulang. Badan juga masih pada lemes semua, mandi, beberes barang2, dan langsung tanpa babibu, kami pulang beriringan dengan 5 kendaraan roda 4. Pembicaraan di jalan sampai kota agung (pusat kota tanggamus) tidak lepas dari kejadian langka yaitu kasus hilangnya barang… Akhirnya kami istirahat makan siang di sana. ‘Ayam bakar mas pendek’ rumah makan yang kami singgahi waktu itu. Kayaknya lumayan terkenal… rame juga kok. Waktu di pringsewu kayaknya saya juga pernah makan di suatu rumah makan yang namanya sama… lumayan oke lah…

Kebetulan kami yang nyampe duluan dan makan di sana adalah rombongan 4 mobil. Lha… yang satu mobil lagi tertinggal jauh karena ada barang yang ketinggalan di hotel dan harus mengambilnya kembali. Tersangka yang menjadi praduga kami juga kebetulan ikut mobil tersebut. Memang setelah dengan berbagai pertimbangan yang matang, kami sepakat untuk menjadikan si “DJ” sebagai tersangka. Analisa kami adalah : dia tidur paling akhir saat di hotel, dia baru ikut even kita pertama kali (walaupun saya juga, tapi saya kan yang kehilangan), kemudian track record dia yang kurang baik. Karena kami menunggu untuk waktu yang tidak sebentar, kami menyusun strategi untuk acara penggeledahannya.

In other hand, di sisi lain (mobil yang kembali untuk mengambil barang yang ketinggalan). Salah seorang ternyata baru sadar kalau cincin yang biasanya di jari kok tidak ada. Setelah balik ke hotel, dicari sana sini sama pengurus hotel juga, hasilnya nothing. Lha uniknya yang semakin menambah kecurugaan ke si DJ adalah dia lah yang menemukan barang tersebut di suatu tempat yang tidak pernah di sambangi pemilik cincin.. cerita tersebut kami dapat dari BBM pemilik cincin saat kami rehat makan siang duluan.

Kami sepakat untuk menunggu rombongan mobil terakhir yang membawa tersangka di suatu kantor cabang kami di sana. Sekitar sejam kami tunggu, akhirnya kita dikumpulkan di ruang tamu. Saya juga was2 soalnya hanya saya yang kehilangan sebuah barang yaitu HP dan yang lainnya kehilangan duit. Tapi ada untungnya juga ada yang kehilangan HP, jadi kalo digeledah ada suatu barang bukti. Yang saya takutkan adalah tersangka sudah mengetahui rencana penggeledahan dan membuang HP saya tanpa ampun…

Singkat cerite, kami semua digeledah satu persatu, dan hasilnya ga ada bau2 HP saya. Waduh… tambah degdegan saja ni… lha setelah dilanjutkan grepe-grepe ke barang-barang bawaan kita yang ada di mobil, gelagat si DJ mulai aneh dan bersikeras ingin mengikuti salah seorang dari kami yang telah kami tunjuk untuk menjadi detektip sementara sebagai penggeledah. Dengan sentakan dari penanggung jawab even kami yang mengggelegar, semua diam dan penggeledahan barang pun di lanjudkan.

Dan yippeee… sebuah tas dibawa masuk ke ruang sidang. Di buka, ada HP ‘mirip’ HP saya, dan setelah dicek memang itu HP saya (etapi mana sim cardnya???--- WASU...). Ada duit juga beberapa lembar, tapi setelah di itung tidak sesuai dengan jumlah duit yang ilang. Weeeee… suruh ngacung dong siapa yang punya tas!!! Dengan muka penuh malu birahi dan grogi tingkat babi, perlahan tangan si DJ diangkat ke atas. Sebelum ditanya-tanya ini-itu, DJ itu sudah mengeluarkan pernyataan-pernyataan pembelaan seperti difitnah lah, dijebak lah, di ancuk lah… hehe yang terakhir bukan… ditengah cerocosan si DJ sentakan kedua kali penanggung jawab even terpecah, dan ini terdengar lebih seksi lagi sentakan yang pertama karena ditambah gebrakan meja yang membuat meja  hampir patah-patah (bukan goyang patah-patah).

DJ itu diam dan akhirnya mengaku bahwa dia lah yang melakukan semua itu,... Sontak kita geram dan seketika ada salah satu dari kita yang mengangkat meja dan ambil ancang2 untuk menghantamkan meja itu tepat di lubang hidungnya… Tapi sayang aksi itu dicegah yang lain. Kita tak mau ada pertumpahan darah di sana. Saya juga tak mau kalah mempertanyakan hak saya, yaitu sim card (yang malah lebih berharga dari HPnya). Setelah saya tanya tepat didepan mukanya “mana sim card gue”??? we lhadalah dianya ngejawab “udah gue buang bang”. Tanpa pikir panjang dan reflek terucap “Amerika alias USA (dibalik) alias ASU” dan kepalan tangan saya hampir saja membidik lubang hidungnya juga tapi kali ini yang sebelah kiri… hehe.. tapi gagal maning. Tuh idung selamat masih utuh sampai tujuan.

Dengan berbagai perundingan dari linggarjati hingga konferensi meja bundar, akhirnya disepakati, si pencuri alias DJ itu mengembalikan semua duit yang ia colong dengan jaminan barang-barang dia. Setelah itu, perjalanan berlanjut sampai ke bandar lampung dan masih menempuh waktu sekitar 3 jam lagi. Di bandar lampung kami tiba pukul sekitar 8pm dengan selamat sentausa.

Hmmmh… ga abis pikir juga. Baru ikut ginian pertama kali ada cerita yang aneh begitu. Ga habis fikir juga dengan kelakuan si DJ…

Huf… sory ga ada ilustrasi gambarnya. Soalnya lagi ga mood buat ngambil gambar… hehe… Dan ini akhir dari rangkaian cerita saya ketika perjalanan di Krui lampung barat..

Regards,



Waw

Link Terkait :

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whats in your mind?